Kasongan. eNewskalteng.com — Posyandu bukan sekadar tempat menimbang balita. Posyandu adalah garda terdepan dalam menyelamatkan generasi Katingan dari ancaman stunting. Hal itu dilontarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, Glorikus, saat membuka Rapat Pembentukan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Katingan periode 2025–2029 di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (28/8/2025).

Glorikus menegaskan, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga masalah pembangunan manusia. Karena itu, intervensi tidak boleh parsial, tetapi harus lintas sektor dan berkelanjutan. “Tidak ada gunanya bicara target tanpa kerja nyata. Kita tidak boleh bermain-main dengan data. Angka stunting yang turun harus mencerminkan kondisi riil di lapangan. Data tidak boleh dimanipulasi, karena yang kita hadapi adalah masa depan anak-anak kita sendiri,” tegasnya lantang, disambut tepuk tangan peserta rapat.
Menurutnya, Posyandu harus kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat. Bukan hanya soal imunisasi, penimbangan balita, atau pemberian vitamin, tetapi juga menjadi forum lintas sektor yang menyatukan peran kesehatan, pendidikan, pangan, sanitasi, dan pemberdayaan keluarga. “Jika Posyandu hidup, maka masyarakat juga bergerak. Kita bisa bersama-sama memutus rantai stunting, mengawal tumbuh kembang anak, dan menyiapkan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” kata Glorikus.
Pembentukan Tim Pembina Posyandu 2025–2029 dipandang sebagai momentum penting memperkuat kelembagaan. Tim ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam memastikan Posyandu aktif di seluruh desa dan kelurahan, serta menjadi penghubung kerja lintas dinas, organisasi masyarakat, dan kader di lapangan.
Sejalan dengan itu, pemerintah daerah terus menjalankan program strategis seperti Bulan Penimbangan Balita, pemantauan gizi, serta edukasi kesehatan keluarga. Hasil pemantauan menunjukkan tren penurunan angka stunting di Katingan, meski perjuangan masih panjang untuk mencapai target nasional.
Glorikus menekankan, pembentukan tim baru bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk berbenah dan menempatkan Posyandu sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat. “Perjuangan ini tidak boleh berhenti. Tim yang terbentuk hari ini harus menjadi energi baru. Jangan hanya duduk di atas kertas, tetapi bekerja nyata di lapangan. Karena kesehatan anak Katingan hari ini adalah wajah masa depan Katingan esok,” pungkasnya.(dan)












