Muara Teweh, eNewskalteng.com – Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Kabupaten Barito Utara berlangsung meriah melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang digelar oleh PP PAUD Kabupaten Barito Utara di Aula Dinas Lingkungan Hidup, Rabu (29/4/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari lembaga PAUD se-Barito Utara dengan menghadirkan sejumlah perlombaan yang bertujuan mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Beragam lomba yang digelar antara lain fashion show bertema Kartini dan budaya daerah yang diikuti 96 peserta, lomba menyanyikan lagu Kartini yang diikuti 17 kelompok, lomba yel-yel guru PAUD, serta lomba pembacaan puisi untuk para guru dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang.
Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, melalui Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Barito Utara, Mira Apriantinada Felix, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai sebagai sarana menanamkan nilai perjuangan, keberanian, dan pentingnya pendidikan kepada generasi muda.
Menurutnya, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan dalam membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tampil di depan umum, tetapi juga belajar menghargai budaya, mengembangkan kreativitas, dan membangun rasa percaya diri sejak dini,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang selama ini telah mendampingi dan membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Barito Utara, Marsiana Muhlis, menilai kegiatan tersebut menjadi wadah positif dalam menyalurkan potensi dan bakat anak-anak sekaligus mempererat hubungan antar lembaga pendidikan anak usia dini. Ia mengatakan bahwa kegiatan seperti ini mampu melatih keberanian, kemandirian, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dan berekspresi di hadapan banyak orang.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kerja sama antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Marsiana turut mengingatkan para peserta agar menikmati setiap proses yang dijalani selama perlombaan tanpa terlalu berfokus pada hasil akhir. “Pengalaman, keberanian tampil, dan kegembiraan dalam belajar merupakan hal yang jauh lebih penting bagi perkembangan anak,” pungkasnya.(red)












