BeritaEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Hadapi Kemarau Ekstrem, TKPSDA Kalteng Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air

3
×

Hadapi Kemarau Ekstrem, TKPSDA Kalteng Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air

Sebarkan artikel ini
Suasana Kegiatan Rapat Komisi dan Sidang Pleno IV Tahun Anggaran 2026. (Photo/yz)

PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Mentaya-Katingan dan WS Jelai-Kendawangan menggelar Rapat Komisi dan Sidang Pleno IV Tahun Anggaran 2026, Senin (28/9/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Imperial Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya tersebut dibuka Kepala BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Tengah selaku Ketua TKPSDA WS Mentaya-Katingan dan WS Jelai-Kendawangan, Syahfiri.

 

Syahfiri mengatakan, evaluasi kondisi kekeringan menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya air, terutama dalam menghadapi kondisi kemarau ekstrem yang dapat berdampak terhadap ketersediaan air dan berbagai aktivitas masyarakat.

 

“Melalui rapat ini kita melakukan evaluasi terhadap kondisi kekeringan yang terjadi pada tahun 2026. Evaluasi ini penting untuk melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang perlu diperkuat ke depan,” kata Syahfiri.

 

Menurutnya, ketahanan sumber daya air membutuhkan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan secara optimal.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun koordinasi dan strategi bersama. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh anggota TKPSDA memiliki peran dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan sumber daya air,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, hasil pembahasan dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim dan potensi kemarau ekstrem.

 

Rapat Komisi dan Sidang Pleno IV TKPSDA WS Mentaya-Katingan dan WS Jelai-Kendawangan ini diselenggarakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II Palangka Raya selaku sekretariat TKPSDA.

 

Kegiatan dihadiri anggota TKPSDA dari unsur pemerintah maupun nonpemerintah, baik secara luring maupun daring.

 

Adapun agenda pembahasan meliputi evaluasi kekeringan tahun 2026 dan strategi peningkatan ketahanan sumber daya air dalam menghadapi kemarau ekstrem.

 

Sejumlah narasumber turut memberikan paparan, di antaranya dari Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, BWS Kalimantan II Palangka Raya, serta Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah.

 

Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air, khususnya dalam menghadapi perubahan kondisi iklim dan periode kemarau ekstrem di Kalimantan Tengah.(y)