Palangka Raya, eNewskalteng.com – Gubernur Agustiar Sabran turun langsung meninjau ketersediaan pangan di gudang Perum Bulog Kalimantan Tengah yang berlokasi di Palangka Raya, Selasa (21/04/2026). Kunjungan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan stok beras tetap aman sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Dalam peninjauan tersebut, gubernur melakukan pengecekan langsung terhadap kapasitas penyimpanan, kualitas beras, serta kesiapan distribusi ke masyarakat. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu sektoral, melainkan fondasi utama stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegas Agustiar di sela kunjungan.
Menurutnya, jaminan stok pangan harus dilihat dalam perspektif jangka panjang. Pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas hingga satu tahun ke depan. Hal ini dinilai krusial guna mencegah potensi gejolak harga yang dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sistem distribusi. Dalam banyak kasus, persoalan pangan tidak semata disebabkan oleh keterbatasan stok, melainkan hambatan dalam penyaluran. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi rantai distribusi, mulai dari gudang penyimpanan hingga ke tingkat konsumen, termasuk wilayah terpencil.
Peninjauan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog sebagai garda terdepan dalam pengelolaan cadangan pangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan setiap kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, langkah ini mengirimkan pesan kuat kepada pasar bahwa pemerintah hadir dan sigap dalam menjaga stabilitas. Kepastian ketersediaan stok diharapkan dapat meredam spekulasi serta mencegah praktik penimbunan yang berpotensi mengganggu keseimbangan harga.
Di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas dan gangguan rantai pasok, langkah proaktif Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ini menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap pangan, tetapi juga terlindungi dari tekanan harga yang tidak wajar.
Dengan pengawasan langsung di lapangan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta menjaga stabilitas yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(z)












