JAKARTA, 16 Agustus (Xinhua), eNewskalteng.com – Film China “Dear You” menghadirkan kisah keluarga, budaya, dan perjalanan masyarakat Tio Ciu yang tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara. Kehadiran film tersebut mendapat perhatian penonton karena mengangkat persoalan akar budaya, hubungan antargenerasi, serta perjalanan komunitas perantauan. Bagi sebagian penonton, khususnya masyarakat keturunan Tionghoa di Asia Tenggara, “Dear You” tidak sekadar menjadi tontonan. Film ini juga membuka ruang untuk mengenang kembali sejarah keluarga, asal-usul leluhur, serta hubungan budaya yang telah terjalin antara China dan Asia Tenggara selama beberapa generasi.
Cerita dalam film menggambarkan perjalanan sebuah keluarga Tio Ciu dalam mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah perubahan zaman. Ikatan keluarga dan warisan tradisi menjadi bagian penting dalam perjalanan para tokohnya. Sutradara “Dear You”, Lan Hongchun, mengatakan ketertarikannya terhadap budaya Tio Ciu menjadi salah satu dasar pengembangan film tersebut. Dalam wawancara dengan Screen Daily, Lan menyebut bahasa Tio Ciu sebagai bahasa ibunya sehingga memiliki kedekatan personal dengan budaya yang diangkat dalam film. Dalam proses produksinya, Lan juga melakukan riset mengenai komunitas Tio Ciu di sejumlah negara Asia Tenggara, antara lain Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ia bertemu dengan keluarga diaspora untuk menggali pengalaman perantauan, perjalanan antargenerasi, serta cara masyarakat mempertahankan identitas budaya di lingkungan baru.
Salah satu sumber inspirasi dalam film tersebut adalah tradisi qiaopi, yakni surat yang dikirimkan masyarakat perantauan kepada keluarga di kampung halaman dan kerap disertai pengiriman uang. Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan komunikasi dan dukungan ekonomi, tetapi juga menggambarkan ikatan emosional antara perantau dan keluarga mereka. Lan mengatakan salah satu nilai budaya Chaoshan atau Tio Ciu yang ingin ditonjolkan dalam film adalah konsep you qing you yi. Nilai tersebut menekankan kasih sayang, kesetiaan, serta tanggung jawab dalam hubungan keluarga dan sosial. Komunitas Tio Ciu sendiri memiliki sejarah panjang di Asia Tenggara. Masyarakat yang berasal dari kawasan Chaoshan, Provinsi Guangdong, China, telah bermigrasi ke berbagai negara di kawasan tersebut selama beberapa generasi.
Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam menjadi sejumlah negara yang memiliki komunitas Tio Ciu. Warisan budaya mereka masih terlihat melalui penggunaan bahasa, tradisi keluarga, kuliner, hingga berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Kisah yang dihadirkan “Dear You” pun terasa dekat bagi sebagian keturunan Tionghoa di Asia Tenggara karena mengingatkan mereka pada perjalanan keluarga masing-masing. “Film ini terasa personal karena mengingatkan saya pada perjalanan nenek dan kakek saya. Mereka juga berasal dari China dan menjadi bagian dari generasi yang membawa budaya serta membangun kehidupan baru di Asia Tenggara,” ujar Liong Tje Eng (65), seorang penonton di Jakarta kepada Xinhua pada 8 Agustus.
Liong, yang merupakan keturunan Tionghoa dan fasih berbahasa Tio Ciu, menilai film tersebut dapat membantu generasi muda memahami sejarah keluarga dan mengenal lebih dekat asal-usul leluhur mereka. Menurutnya, kisah tentang perjalanan generasi sebelumnya dalam mempertahankan budaya di tengah kehidupan baru penting untuk dikenalkan kepada generasi muda agar hubungan dengan akar budaya tidak terputus.
Pandangan serupa disampaikan Huang Ping, ketua eksekutif London Chinatown Chinese Association. Kepada Xinhua, ia mengatakan tema kasih sayang keluarga, kerinduan terhadap kampung halaman, dan kebersamaan yang diangkat dalam “Dear You” memiliki kedekatan emosional dengan banyak masyarakat China yang tinggal di luar negeri. “Berbagai perasaan terhadap keluarga dan tanah air yang disampaikan oleh film itu mampu melampaui batasan waktu serta jarak,” ujarnya.
Antusiasme terhadap “Dear You” juga terlihat dari respons komunitas diaspora Tionghoa di Asia Tenggara. Sejumlah penonton melalui media sosial menilai film tersebut relevan dengan pengalaman keluarga yang memiliki hubungan sejarah dan budaya dengan China.
Lebih dari sekadar hiburan, film semacam “Dear You” dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah dan warisan budaya kepada generasi muda. Kisah keluarga dan kehidupan sehari-hari membuat nilai-nilai tersebut lebih mudah dipahami sekaligus membuka percakapan mengenai hubungan masyarakat China dengan Asia Tenggara. Respons terhadap “Dear You” menunjukkan bahwa cerita mengenai keluarga, perantauan, dan warisan budaya tetap memiliki daya tarik lintas generasi. Film tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana budaya Tio Ciu terus diwariskan, beradaptasi, dan hidup di tengah masyarakat Asia Tenggara hingga saat ini.(red)












