Palangka Raya. eNewskalteng.com – Kondisi sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah pinggiran Kota Palangka Raya mendapat perhatian DPRD. Hasil peninjauan Komisi III DPRD Kota Palangka Raya menemukan sejumlah sarana sekolah yang membutuhkan perbaikan, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas pendukung lainnya.
Peninjauan dilakukan di SDN 2 Petuk Katimpun dan SDN 1 Pahandut Seberang. Dalam kunjungan tersebut, legislator melihat langsung kondisi bangunan sekaligus mendengarkan kebutuhan yang disampaikan pihak sekolah.
Kerusakan yang ditemukan tidak hanya terjadi pada ruang kelas. Plafon bangunan, pagar sekolah, hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) juga disebut membutuhkan pembenahan. Bahkan, terdapat ruang kelas yang sudah tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisinya cukup rusak.
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengatakan kebutuhan perbaikan yang disampaikan sekolah cukup beragam. Sebagian di antaranya dinilai perlu segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan.
Menurutnya, pihak SDN 2 Petuk Katimpun mengusulkan rehabilitasi sejumlah ruang kelas, termasuk perbaikan bagian plafon bangunan. Selain itu, kondisi MCK dan pagar sekolah juga menjadi bagian dari kebutuhan yang perlu diperhatikan.
“Sejumlah kebutuhan yang disampaikan pihak sekolah cukup mendesak, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, perbaikan plafon, MCK hingga pagar sekolah,” ujar Sri Ani, Kamis (6/8).
Kondisi serupa ditemukan ketika Komisi III melanjutkan peninjauan ke SDN 1 Pahandut Seberang. Di sekolah tersebut, beberapa ruang kelas mengalami kerusakan cukup berat, sementara fasilitas MCK juga dinilai membutuhkan rehabilitasi.
Sri Ani menilai kondisi bangunan sekolah perlu menjadi perhatian karena fasilitas pendidikan merupakan bagian penting dalam menunjang proses belajar. Ruang kelas yang tidak layak atau tidak dapat digunakan berpotensi mengurangi kenyamanan siswa dan guru selama kegiatan pembelajaran.
“Di SDN 1 Pahandut Seberang ada beberapa ruang kelas yang rusaknya cukup berat sehingga tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ini tentu perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan masih perlu diperkuat, terutama bagi sekolah yang berada di kawasan pinggiran.
Pemerintah daerah dinilai perlu melihat kebutuhan masing-masing sekolah berdasarkan kondisi di lapangan. Perbaikan tidak hanya diarahkan pada bangunan utama, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari lingkungan belajar siswa.
Komisi III DPRD Kota Palangka Raya memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Palangka Raya. Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran berikutnya.
“Semua aspirasi dan kebutuhan yang disampaikan pihak sekolah akan kami teruskan kepada Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran ke depan,” pungkasnya.












