BeritaPemprov Kalimantan Tengah

Dukung Sinergi Dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kadis PMD Prov. Kalteng Turut Hadiri Ramah Tamah Bersama Komisi III DPR RI

187
×

Dukung Sinergi Dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kadis PMD Prov. Kalteng Turut Hadiri Ramah Tamah Bersama Komisi III DPR RI

Sebarkan artikel ini
Kadis PMD Prov. Kalteng, H. Aryawan saat menghadiri acara Ramah Tamah. (Photo/MMC Kalteng)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menggelar Acara Ramah Tamah bersama Komisi III DPR RI di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kamis (10/4/2025).

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan lembaga legislatif pusat, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

 

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan posisi strategis Kalimantan Tengah sebagai provinsi terluas di Indonesia dengan potensi besar di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam hingga kekayaan budaya.

 

Lebih jauh, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa seluruh kekayaan ini harus dikelola secara bijak demi kesejahteraan masyarakat. “Visi kami adalah Mengangkat Harkat Martabat Khususnya Masyarakat Dayak dan Umumnya Masyarakat Kalimantan Tengah (Manggatang Utus), Dengan Spirit Kearifan Lokal Dalam Bingkai NKRI Menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Bermartabat, Menyambut Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

 

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah H. Aryawan menyatakan dukungannya terhadap program Prioritas Huma Betang, khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.

 

Ia menegaskan bahwa program seperti pemberdayaan 100 Desa Wisata (Dewi), stimulus desa, serta pemberian insentif kepada Kepala Desa, BPD, Damang, Mantir, dan RT/RW merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa. Hal ini dalam rangka menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang terus diperjuangkan agar peran masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, dan pembangunan desa semakin optimal.

 

“Semangat Huma Betang mengajarkan gotong royong dan kebersamaan. Maka, dukungan kami tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh langsung penguatan kapasitas dan kesejahteraan aparat desa serta tokoh adat yang menjadi ujung tombak di lapangan,” tandasnya. (y)