Palangka Raya, eNewskalteng.com – Kondisi cuaca panas dan lahan yang mengering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di Kota Palangka Raya. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, mengimbau masyarakat agar tidak lengah dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini, terutama ketika kondisi lingkungan mulai kering dan mudah terbakar.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih mawas diri dan tidak mengabaikan dampak cuaca ekstrem. Langkah antisipasi sejak dini sangat krusial untuk menghindari kerugian materi maupun korban jiwa,” ujar Debora, Rabu (30/9/2026).
Debora menjelaskan, kondisi lingkungan yang kering membuat material di sekitar permukiman maupun lahan kosong lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati ketika beraktivitas menggunakan sumber api.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membakar sampah rumah tangga. Menurutnya, pembakaran sampah tanpa pengawasan dapat berbahaya karena bara api dapat terbawa angin dan menyebar ke area permukiman maupun lahan kosong.
“Hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membakar sampah secara sembarangan terbukti sangat efektif menekan risiko kebakaran saat kondisi cuaca sedang buruk,” tambahnya.
Selain mengandalkan kewaspadaan masyarakat, Debora juga mendorong pemerintah di tingkat kelurahan bersama relawan pemadam kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
Koordinasi lintas sektor, lanjutnya, juga diperlukan agar setiap laporan mengenai kemunculan titik api dapat segera ditindaklanjuti sebelum api meluas.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah panik ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrem maupun informasi mengenai kebakaran. Informasi yang beredar juga perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kunci utamanya adalah kesiapsiagaan dan kepedulian bersama. Dengan begitu, kita bisa menekan potensi dampak buruk yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini,” pungkasnya. (zia/ko)












