BeritaDPRD KaltengLegislatif

DPRD Kalteng Kritisi Kerusakan Jalan Nasional 191 Km yang Ganggu Perputaran Ekonomi

87
×

DPRD Kalteng Kritisi Kerusakan Jalan Nasional 191 Km yang Ganggu Perputaran Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Bambang Irawan (PHOTO/IST)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kondisi sejumlah ruas jalan nasional di Kalteng yang mengalami kerusakan berat. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, total panjang jalan nasional yang rusak di provinsi tersebut mencapai 191,56 kilometer, menjadikannya yang terpanjang secara nasional.

“Kerusakan jalan nasional di Kalteng yang mencapai 191 kilometer ini sangat memengaruhi perputaran ekonomi daerah. Kondisi ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap daerah masih belum merata,” ujar Bambang, Senin (17/11/2025).

Menurutnya, kerusakan tersebut menggambarkan adanya ketimpangan perhatian pembangunan antara Kalteng dan provinsi tetangga, seperti Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia menilai kualitas jalan nasional di Kalsel jauh lebih baik dan lebih terawat, sementara ruas di arah Kalteng justru banyak yang rusak.

“Kalau di arah Kalsel jalannya lebih bagus dan tahan lama. Tapi masuk wilayah Kalteng, kondisinya berbeda. Ini menunjukkan adanya perbedaan kualitas pembangunan,” tegas Legislator Dapil V itu.

Bambang menekankan bahwa jalan nasional seharusnya menjadi prioritas pemerintah pusat, karena menjadi urat nadi pergerakan ekonomi dan membutuhkan standar pembangunan yang seragam di seluruh Indonesia.

“Ini jalan nasional, jadi standarnya harus sama. Pemerintah pusat harus adil dan melihat arah pembangunannya. Ketimpangan seperti ini sangat terasa,” jelasnya.

Selain memengaruhi mobilitas masyarakat, kerusakan jalan nasional juga berdampak langsung terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah. Arus distribusi barang dan jasa menjadi lambat, terutama di jalur lintas kabupaten dan provinsi yang menjadi jalur utama penggerak ekonomi.

Bambang berharap pemerintah pusat lebih serius memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Kalteng, agar kesenjangan pembangunan antarwilayah tidak semakin melebar.

“Saya berharap pemerintah pusat lebih serius menangani persoalan ini agar ketimpangan pembangunan tidak makin terlihat,” pungkasnya.