Palangka Raya, eNewskalteng.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran, menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang mulai dijalankan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Katingan.
Menurut Tomy, meskipun program tersebut didanai sepenuhnya oleh pemerintah pusat, bukan berarti pemerintah daerah dapat melepas tanggung jawab dalam hal pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.
“Pendanaan memang langsung dari kementerian, tetapi pemerintah daerah tetap harus berperan dalam pengawasan, terutama terkait transparansi penggunaan dana dan pelaksanaan kegiatan pendidikan,” ujar Tomy, Jumat (10/10/2025).
Ia menjelaskan, tantangan utama penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kalteng terletak pada keterbatasan fasilitas dan akses menuju lokasi sekolah yang sulit dijangkau, terutama di wilayah pedalaman. Kondisi ini membuat sebagian orang tua masih ragu untuk menyekolahkan anak mereka karena faktor jarak dan transportasi.
Ketua Fraksi PAN ini menilai, program Sekolah Rakyat merupakan langkah positif dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, namun perlu dukungan dan pengawasan agar pelaksanaannya benar-benar efektif.
“Program ini seharusnya menjadi peluang besar untuk membantu anak-anak yang belum memiliki kesempatan bersekolah. Namun tanpa pengawasan yang baik, tujuan mulianya bisa tidak tercapai,” jelasnya.
Tomy mencontohkan, di Kota Palangka Raya saat ini terdapat sekitar 75 siswa yang mengikuti program Sekolah Rakyat. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari memadai karena banyak anak belum tertampung akibat keterbatasan daya tampung dan lokasi sekolah yang jauh dari pemukiman.
Ia menegaskan, pemerintah kabupaten dan provinsi perlu memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pendidikan agar program ini berjalan sesuai target dan mampu menjangkau daerah-daerah terpencil.
“Koordinasi lintas instansi sangat penting supaya tujuan utama Sekolah Rakyat, yakni membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu, benar-benar dapat terwujud,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng V itu.
Tomy berharap, dengan pengawasan yang optimal, Sekolah Rakyat bisa menjadi solusi nyata dalam mendorong pemerataan pendidikan di Kalimantan Tengah, terutama bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera dan wilayah pelosok.
“Kalau diawasi dan dijalankan dengan baik, Sekolah Rakyat akan menjadi jembatan penting bagi masa depan anak-anak Kalteng,” pungkasnya.












