Muara Teweh, eNewskalteng.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara resmi merilis hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025. Berdasarkan Keputusan KPU Barito Utara Nomor 370 Tahun 2025, jumlah pemilih yang tercatat hingga akhir periode ini mencapai 118.456 jiwa, terdiri dari 61.204 laki-laki dan 57.252 perempuan.
Data tersebut tersebar di 103 kelurahan dan desa pada 9 kecamatan, dengan Kecamatan Teweh Tengah tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni 44.170 jiwa. Sementara Kecamatan Gunung Purei menjadi daerah dengan jumlah pemilih paling sedikit, yaitu 2.258 jiwa.
Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha, memberikan apresiasi terhadap langkah KPU yang secara konsisten melakukan pembaruan data pemilih. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan transparansi lembaga penyelenggara pemilu dalam menjaga hak konstitusional warga. “Kami mengapresiasi langkah KPU yang rutin melakukan pemutakhiran data. Ini menunjukkan komitmen untuk menjaga keakuratan daftar pemilih. Saya mengimbau masyarakat agar aktif memperbarui data, karena satu data yang terlewat bisa berdampak pada hilangnya hak pilih seseorang,” ujar Taufik di Muara Teweh, Selasa (14/10/2025).
Ia juga mendorong pemerintah desa dan kelurahan agar berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pelaporan data kependudukan dan elemen pemilih kepada KPU. “Peran kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemuda sangat penting dalam memastikan seluruh warga yang memenuhi syarat masuk dalam daftar pemilih. Ini bagian dari upaya bersama mewujudkan demokrasi yang sehat dan inklusif di Barito Utara,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KPU Barito Utara, Siska Dewi Lestari, menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyampaikan laporan, masukan, atau pertanyaan terkait data pemilih melalui layanan helpdesk KPU yang telah disediakan di kantor maupun secara daring. “Partisipasi aktif masyarakat sangat membantu kami dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, transparan, dan terpercaya,” pungkas Siska Dewi Lestari.(red)












