Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Dengan pengalaman dan pembelajaran yang ada, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur terus melakukan perubahan, inovasi, dan adaptasi, khususnya dalam komunikasi publik. Sebagai corong pembangunan daerah, Diskominfo harus mampu menyampaikan informasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Pesan tersebut ditegaskan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, pada acara serah terima jabatan Kepala Dinas Kominfo Kotim, yang kini dipimpin pejabat baru Cok Orda Putra Legawa, menggantikan pejabat sebelumnya Ady Candra, yang sekarang mengemban tugas baru sebagai Sekretaris Diskominfo setempat, Senin 2 Januari 2026.
“Kekosongan jabatan ini terjadi karena adanya aturan enam bulan sebelum dan enam bulan setelah Pilkada, di mana pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan pelantikan. Oleh karena itu, pengisian jabatan ini wajib dilakukan agar roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan,” jelas Umar Kaderi.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Adi Chandra yang telah menjalankan tugas sebagai Plt Kepala Diskominfo Kotim selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada Cok Orda yang menjabat sebagai Kadis Kominfo Kotim. Menurutnya, Cok Orda bukan sosok baru, sehingga diharapkan mampu langsung beradaptasi.
“Saya berharap dengan pengalaman dan pembelajaran yang ada, Diskominfo dapat terus melakukan perubahan, inovasi, dan adaptasi, khususnya dalam komunikasi publik. Diskominfo harus mampu menjadi corong pembangunan daerah, sehingga informasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai hasil penilaian panitia seleksi dan pimpinan daerah. Selain itu benar-benar mampu melaksanakan tugasnya, karena mereka telah melalui penilaian pansel dan penunjukkan langsung oleh pimpinan daerah, tandasnya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Kominfo Kotim yang baru, Cok Orda Putra Legawa, menargetkan pembenahan website resmi Pemerintah Kabupaten Kotim sebagai salah satu prioritas utama dalam program 100 hari kerja ke depan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keterbukaan informasi publik serta menjamin keakuratan dan keberlanjutan data yang disajikan kepada masyarakat.
“Selain pembenahan website, Diskominfo Kotim juga akan melakukan evaluasi dan verifikasi ulang terhadap desa-desa yang masih masuk kategori blank spot atau wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Berdasarkan data terakhir per 15 April 2025, masih terdapat lima desa yang belum memiliki akses jaringan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Coki ini juga menegaskan, bahwa komunikasi publik ke depan tidak boleh lagi bersifat satu arah. Menurutnya, Diskominfo harus menjadi jembatan yang memugkinkan masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami dan terlibat dalam dinamika pembangunan daerah.
“Komunikasi tidak cukup hanya satu arah. Masyarakat harus bisa mengetahui dan memahami informasi yang disampaikan pemerintah. Diskominfo menjadi sarana utama untuk mewujudkan pemerintahan yang komunikatif dan adaptif,” kata Cok Orda. (man)












