BeritaEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Disbun Kalteng Dorong Petani Sawit Rakyat Raih Sertifikasi ISPO untuk Perkuat Daya Saing

138
×

Disbun Kalteng Dorong Petani Sawit Rakyat Raih Sertifikasi ISPO untuk Perkuat Daya Saing

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perkebunan Prov. Kalteng Rizky R. Badjuri saat menyampaikan sambutan.(Photo/MMC Kalteng)

Palangka Raya, eNewskalteng.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perkebunan (Disbun) terus mendorong petani sawit rakyat untuk memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing hasil perkebunan di pasar nasional maupun internasional.

Kepala Disbun Kalteng, Rizky R. Badjuri, menyampaikan hal tersebut usai membuka kegiatan Pelatihan Sertifikasi ISPO Tahun 2025 yang digelar di Aula BPSDM Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa (4/11/2025). “Iya, ini penting. Karena selain Perusahaan Besar Sawit (PBS), kami juga fokus pada pekebun rakyat. Dengan pelatihan ini, mereka bisa memiliki sertifikat ISPO dan menjual hasilnya ke pasar nasional bahkan internasional,” ujar Rizky.

Menurutnya, sertifikasi ISPO menjadi jaminan bahwa produksi sawit masyarakat telah memenuhi standar keberlanjutan, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, sehingga dapat diterima di pasar global. “Insya Allah, para pekebun rakyat nantinya bisa ikut sejahtera karena mereka dapat menjual hasil kebunnya dengan aman. Kalau sudah punya ISPO, berarti secara regulasi penjualannya dinyatakan sah dan berkelanjutan,” tegasnya.

Rizky menambahkan, kepemilikan sertifikasi ISPO tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah.

“Yang jelas, kesejahteraan masyarakat akan meningkat karena mereka bisa menjual hasilnya dengan lebih leluasa. Selain itu, akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja lokal, hingga penggunaan kendaraan angkutan berplat KH,” pungkasnya.(red)