BeritaEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Dipanggil Gubernur, PLN Target Hentikan Pemadaman Bergilir Mulai 5 Agustus

25
×

Dipanggil Gubernur, PLN Target Hentikan Pemadaman Bergilir Mulai 5 Agustus

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalteng Kawal Pemulihan Listrik. (Photo/Zen)

PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menggelar konferensi pers bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijino, di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).

Konferensi pers tersebut digelar sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus menyampaikan peta jalan (roadmap) percepatan pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengawal proses pemulihan agar pasokan listrik kembali normal secepatnya.

“Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami. Ketidaknyamanan masyarakat juga menjadi ketidaknyamanan kami. Karena itu saya memanggil langsung pihak PLN untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat,” tegas Agustiar.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan atas terganggunya pasokan listrik yang berdampak pada aktivitas warga. Ia menjelaskan, gangguan pasokan listrik dipicu kerusakan pada tiga pembangkit utama dalam sistem interkoneksi Kalimantan, yakni generator PLTU Asam-Asam pada 23 Juli 2026, kebocoran pipa boiler PLTU PT SKS Listrik Kalimantan di Gunung Mas pada 22 Juli 2026, serta gangguan sistem pelumasan turbin PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) Tabalong pada 24 Juli 2026.

Meski demikian, proses pemulihan terus menunjukkan perkembangan positif. PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 MW telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dua hari dari target semula. Beroperasinya pembangkit tersebut berhasil mengurangi durasi pemadaman dari rata-rata enam jam menjadi sekitar tiga jam per hari. PLN juga menargetkan perbaikan PLTU PT SKS Listrik Kalimantan di Gunung Mas berkapasitas 100 MW selesai pada 5 Agustus 2026. Setelah pembangkit tersebut kembali masuk ke sistem, pemadaman bergilir dipastikan dihentikan, meski kondisi kelistrikan masih berada pada status siaga karena cadangan daya yang masih terbatas.

“Artinya tidak ada lagi pemadaman, namun sistem masih dalam kondisi siaga karena cadangan dayanya belum sepenuhnya ideal,” ujar Iwan.

Adapun pemulihan penuh sistem interkoneksi Kalimantan ditargetkan rampung pada 25 Agustus 2026 setelah perbaikan PLTU Asam-Asam selesai. Dengan masuknya pembangkit tersebut ke sistem, cadangan daya diproyeksikan kembali normal sehingga keandalan pasokan listrik di Kalimantan dapat pulih sepenuhnya.

PLN menegaskan seluruh personel dan sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan serta berkomitmen menyampaikan perkembangan pemulihan secara berkala kepada masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun memastikan akan terus mengawal proses tersebut hingga layanan kelistrikan kembali normal dan andal bagi seluruh masyarakat.(Zen)