Kasongan. eNewskalteng. Bunda PAUD Katingan Sumiati Saiful, sekaligus Bunda Guru Kabupaten Katingan, menegaskan bahwa Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah pilar utama dalam menghadirkan pendidikan bermutu. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pendampingan Pemutakhiran Dapodik Satuan Pendidikan bagi Operator dan Kepala Sekolah, Kamis (28/8/2025). “Dalam pengisian data harus jujur dan akurat, karena data itu nantinya sebagai bahan bagi pemerintah daerah dan nasional dalam mengambil kebijakan,” katanya.

Menurut dia, pembaruan data pendidikan secara daring merupakan langkah penting agar tersedia data yang akurat dan terpercaya sebagai dasar pengambilan keputusan, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Setiap data yang dikumpulkan harus dikelola dengan benar karena akan menghasilkan perbaikan nyata. Pendidikan adalah hasil integrasi semua pihak, dan kami berkomitmen memperjuangkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan guru,” ujarnya.
Sumiati juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Katingan yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap operator lebih memperhatikan data pendidikan, sementara guru terus mendapat kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Tantangan Katingan dengan wilayah luas lebih dari 20 ribu kilometer persegi dan terdiri dari 13 kecamatan, menurutnya, tidak ringan, tetapi harus dihadapi dengan semangat dan kegigihan.
Menutup sambutan, Sumiati membuat kuis singkat kepada peserta dan memberikan hadiah, yang menambah suasana kegiatan lebih hangat dan penuh antusiasme.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Katingan, Arianson, menegaskan bahwa Dapodik merupakan dasar perencanaan pembangunan pendidikan. Ia menekankan pentingnya kejujuran dan ketelitian dalam pengisian data. “Data yang akurat akan menentukan pemenuhan ruang belajar, sarana, hingga distribusi guru. Karena itu, pengisian harus jujur, lengkap, dan sesuai petunjuk. Jangan ada data vital yang dikosongkan,” tegasnya.
Arianson juga meminta operator sekolah segera melakukan sinkronisasi sebelum batas waktu 31 Agustus 2025 serta berkoordinasi apabila ditemukan data tidak valid. Ia menekankan prinsip “satu sekolah, satu operator” agar kualitas data lebih terjamin. (dan)












