Palangka Raya, eNewskalteng.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palangka Raya menggelar agenda Konsolidasi Demokrasi dengan menggandeng Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Palangkaraya.
Diskusi intensif ini mengangkat tema strategis”Pengawasan Partisipatif Berbasis Gerakan Mahasiswa.”
Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan kembali peran konkret mahasiswa dalam menjaga integritas proses demokrasi di Kota Cantik.
Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa peran mahasiswa tidak boleh hanya sebatas penonton. Bawaslu mendorong peningkatan peran mahasiswa pada tiga aspek utama:
– Agen Literasi: Mengedukasi pemilih di lingkungan kampus dan keluarga.
– Kekuatan Penekan (Pressure Group): Berani melaporkan indikasi pelanggaran tanpa rasa takut.
– Pengawal Teknis: Memahami regulasi guna meminimalisir kesalahan prosedur di lapangan.
DPC GMNI Palangkaraya memberikan catatan kritis dan konstruktif dalam pertemuan tersebut. Ketua Cabang GMNI menekankan agar Bawaslu tidak hanya terjebak pada seremoni formal, melainkan harus menyentuh akar masyarakat.
“Bawaslu perlu mensosialisasikan pengawasan ini hingga ke basis massa terbawah. Libatkan golongan mahasiswa secara aktif—baik itu Kelompok Cipayung, BEM, hingga Himpunan Mahasiswa (Hima)—sebagai mitra taktis untuk menjangkau masyarakat yang sulit diakses oleh birokrasi,” tegas Ketua DPC GMNI Palangkaraya.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah efektivitas pelaksanaan di hari pemungutan suara. Bawaslu dan GMNI sepakat bahwa pemahaman mendalam harus dimiliki oleh seluruh elemen, mulai dari masyarakat pemilih hingga badan penyelenggara (Badan Ad Hoc).
Ketelitian menjadi harga mati.
Pemahaman teknis yang kuat di tingkat bawah sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan prosedur yang berpotensi memicu Pemungutan Suara Ulang (PSU), yang dinilai sangat merugikan efisiensi demokrasi.
Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya menutup diskusi dengan harapan besar bahwa konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan biasa.
“Melalui konsolidasi demokrasi ini, kami berharap dapat melahirkan pemilih-pemilih cerdas di Palangka Raya. Pemilih yang tidak hanya memberi suara, tapi juga paham akan haknya dan berani mengawasi jalannya proses pemilihan agar tetap jujur dan adil,” ujarnya. (Zen)












