BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Anggota DPRD Rana Muthia Oktari Dorong Sinergi Edukasi Digital untuk Lindungi Anak di Dunia Maya

11
×

Anggota DPRD Rana Muthia Oktari Dorong Sinergi Edukasi Digital untuk Lindungi Anak di Dunia Maya

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Wacana pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur terus menjadi perhatian. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup tanpa diimbangi dengan edukasi digital yang kuat terkait penggunaan teknologi secara bijak. Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menegaskan bahwa media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak dan remaja. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak bisa hanya sebatas larangan.

Menurutnya, anak-anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum memiliki kemampuan optimal untuk memilah informasi di dunia digital. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak disertai pendampingan yang tepat.  “Perlu ada perhatian bersama, karena anak-anak belum sepenuhnya mampu menyaring konten yang mereka konsumsi,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia mengakui media sosial memiliki banyak manfaat, seperti memperluas wawasan dan mempermudah akses informasi. Namun, di sisi lain, terdapat pula konten yang tidak akurat bahkan tidak layak dikonsumsi anak. Oleh karena itu, pembatasan akses dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko. Meski begitu, kebijakan tersebut tidak boleh berdiri sendiri tanpa dukungan edukasi digital yang memadai. Rana menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi sekaligus membimbing anak agar menggunakan media sosial secara sehat. Pendampingan yang konsisten diyakini mampu membentuk karakter anak menjadi lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital.

Selain keluarga, ia juga mendorong sinergi antara pemerintah dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan edukatif. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh mengenai manfaat dan risiko teknologi. “Dengan kerja sama semua pihak, media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang positif,” pungkasnya.(nis)