BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro Sebut TPA Tangkiling Tak Representatif, Perlu Segera Dipindah

14
×

Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro Sebut TPA Tangkiling Tak Representatif, Perlu Segera Dipindah

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro saat melakukan tinjauan langsung ke lokasi TPA Kelurahan tangkiling.(Photo/ist)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Tangkiling kembali menjadi sorotan DPRD Kota Palangka Raya. Pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta segera mengambil langkah konkret untuk merelokasi TPA tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menilai lokasi TPA di Jalan Sukamulya, Kelurahan Tangkiling, sudah tidak lagi representatif karena berada di jalur utama menuju destinasi wisata. “Keberadaan TPA di akses masuk kawasan wisata tentu berdampak pada estetika dan kenyamanan pengunjung. Ini perlu ditangani secara serius dan terukur,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mencoreng citra Kota Palangka Raya sebagai daerah tujuan wisata berbasis lingkungan. Desakan relokasi tersebut juga didasarkan pada aspirasi masyarakat yang disampaikan saat masa reses di Daerah Pemilihan (Dapil) I pada Masa Persidangan I Tahun 2025/2026. Warga mengeluhkan sejumlah persoalan, mulai dari bau menyengat yang menjangkau permukiman, tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan, hingga kekhawatiran akan potensi pencemaran lingkungan. “Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada kualitas tanah, air, hingga kesehatan masyarakat,” katanya.

Jati menilai pertumbuhan penduduk di kawasan Tangkiling yang terus meningkat tidak diimbangi dengan pengembangan fasilitas pengelolaan sampah, sehingga risiko overkapasitas sulit dihindari. Karena itu, ia mendorong DLH untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kajian teknis dan penentuan lokasi alternatif yang lebih strategis serta ramah lingkungan. “Relokasi TPA bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga wajah kota,” tegasnya.

Ia menambahkan, Jalan Sukamulya merupakan pintu masuk menuju objek wisata Tangkiling, sehingga penataan kawasan menjadi penting agar wisatawan mendapatkan kesan yang baik saat berkunjung. “Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi mencari solusi permanen atas persoalan ini,” pungkasnya.(nis)