BeritaDPRD Kota Waringin TimurLegislatif

Anggota DPRD Kotim Dapil III Dorong Pengerukan Sungai Mentaya Antisipasi Banjir Akibat Pasang Rob

72
×

Anggota DPRD Kotim Dapil III Dorong Pengerukan Sungai Mentaya Antisipasi Banjir Akibat Pasang Rob

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur. (Photo/Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Rudianur, mendorong pemerintah daerah melakukan pengerukan alur sungai mentaya sebagai upaya mengurangi dampak banjir akibat pasang rob, Kamis (13/11/2025).

Rudianur menegaskan, banjir yang terjadi saat ini bukan sepenuhnya disebabkan oleh curah hujan tinggi, melainkan akibat pasang rob yang kian parah dari tahun ke tahun. Fenomena pasang rob tersebut terjadi karena pengaruh air laut yang naik hingga ke daratan.

“Sebenarnya bukan banjir yang menetap, tapi akibat pasang rob. Mungkin ada pengaruh dari laut sana, kalau malam itu air pasang tinggi sekali. Banyak rumah warga yang tenggelam akibat pasang,” katanya.

Meskipun banjir akibat hujan belum terlalu parah, namun ketika bersamaan dengan pasang rob, air tidak sempat kembali ke sungai sehingga menimbulkan genangan yang meluas. Kondisi itu diperparah oleh pendangkalan di aliran Sungai Mentaya, terutama di bagian muara.

“Salah satu solusi adalah arus dari muara menuju Sungai Mentaya harus dilakukan pengerukan, seperti yang dulu pernah direncanakan oleh Bupati Kotim untuk  segera ditindaklanjuti, dan jangan hanya jadi wacana. Karena salah satu penyebab utama banjir ini adalah pendangkalan yang membuat air cepat masuk tapi lambat keluar,” jelasnya.

Rudianur menilai, pengerukan Sungai Mentaya akan memberikan banyak manfaat. Selain mengurangi risiko banjir, langkah tersebut juga akan menunjang kelancaran aktivitas ekonomi.

“Apabila alur sungai mentaya dikeruk, banyak manfaat yang didapat. Aktivitas kapal kargo dan kapal barang bisa lebih lancar, dan kapal penumpang juga bisa masuk tanpa menunggu air pasang,” tandasya.

Politikus Partai Golkar ini membandingkan kondisi banjir saat ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, rumah warga di bantaran sungai masih aman dari genangan air, namun kini bahkan rumah yang sudah ditinggikan pun ikut terendam.

“Untuk itu saya mengusulkan agar pengerukan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari muara hingga ke daerah Samuda, Bagendang, dan sekitar penyeberangan menuju Pulau Hanau. Sebab banyak sungai yang selama ini hanya digali di bagian atasnya saja, sementara muaranya tetap dangkal, sehingga air sulit mengalir dengan lancar,” jelasnya. (man)

Penulis : Normansyah

Editor  : Andi Kadarusman