Palangka Raya, eNewskalteng.com — Menjelang Hari Raya Iduladha, DPRD Kota Palangka Raya meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran hewan kurban. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi ketentuan syariat.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengatakan pengawasan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan, proses distribusi, hingga penjualan kepada masyarakat. “Kami tidak ingin hewan kurban yang terindikasi sakit sampai beredar di masyarakat,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Menurut Khemal, kebutuhan hewan kurban di Palangka Raya setiap tahun terus meningkat, bahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota setempat, tetapi juga wilayah kabupaten sekitar. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap lalu lintas dan penjualan hewan kurban menjadi semakin penting.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat maupun kualitas daging kurban yang dikonsumsi. “Pencegahan perlu dilakukan sejak awal, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengawasan jalur distribusi, hingga sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain pengawasan dari pemerintah, Khemal juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Menurutnya, calon pembeli perlu memastikan hewan yang akan dikurbankan berada dalam kondisi sehat, aktif, tidak cacat, dan telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan agama. Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai ciri-ciri hewan kurban yang layak sangat penting agar pelaksanaan ibadah kurban dapat berlangsung dengan baik dan sesuai syariat. Aspek yang perlu diperhatikan antara lain jenis hewan, usia yang memenuhi ketentuan, serta kondisi fisik yang sehat dan bebas dari penyakit.(nis)












