Palangka Raya, eNewskalteng.com – Wakil Ketua I Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mengusulkan agar jalur prestasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya di SMP Negeri 2 Palangka Raya, dilengkapi dengan mekanisme tes tertulis.
Menurut Dede, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan proses seleksi berjalan lebih objektif, transparan, dan mampu menjaring peserta didik sesuai dengan kemampuan serta prestasi yang dimiliki. Ia mengatakan, SMP Negeri 2 Palangka Raya merupakan salah satu sekolah yang banyak diminati masyarakat. Tingginya jumlah pendaftar perlu diimbangi dengan sistem seleksi yang tepat agar pelaksanaan SPMB tetap sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “SMP Negeri 2 Palangka Raya menjadi salah satu sekolah yang paling banyak diminati masyarakat. Karena itu, perlu dirumuskan mekanisme yang tepat agar pelaksanaan jalur prestasi tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku,” ujar Dede, Sabtu (11/7/2026).
Dede menilai, sekolah dengan jumlah peminat tinggi membutuhkan sistem penerimaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Transparansi dalam proses seleksi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan. “Untuk jalur prestasi unggulan, saya mengusulkan adanya tes tertulis sebagai salah satu instrumen seleksi. Hal ini penting agar proses penerimaan tidak hanya berdasarkan kelengkapan dokumen, tetapi juga dapat mengukur kemampuan calon peserta didik secara langsung,” tegasnya.
Menurutnya, jalur prestasi seharusnya mampu menjaring siswa yang benar-benar memiliki kemampuan akademik maupun capaian prestasi sesuai standar yang ditetapkan sekolah. Dengan adanya tes tertulis, proses seleksi dapat menjadi lebih komprehensif dan adil. “Tes tertulis dapat menjadi sarana untuk mengukur kemampuan akademik calon peserta didik secara lebih akurat, sehingga siswa yang diterima benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” tambahnya. Ia berharap penerapan mekanisme seleksi yang lebih terukur dapat mengurangi potensi polemik akibat tingginya persaingan masuk sekolah favorit di Kota Palangka Raya. (nis)












