BeritaEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Aisyah Thisia Agustiar Sabran Tegaskan Perempuan Hebat sebagai Pilar Kemajuan Daerah pada Peringatan Hari Kartini ke-147

1
×

Aisyah Thisia Agustiar Sabran Tegaskan Perempuan Hebat sebagai Pilar Kemajuan Daerah pada Peringatan Hari Kartini ke-147

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026.(photo/ist)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, tampil sebagai figur sentral yang menegaskan pentingnya transformasi peran perempuan di era modern.

Dalam sambutannya, Aisyah menekankan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga fondasi gerakan pemberdayaan perempuan masa kini. Menurutnya, Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh hak, kesempatan, dan ruang berkontribusi yang lebih luas di berbagai sektor.

“Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memastikan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini terus kita aktualisasikan dalam kehidupan nyata,” tegas Aisyah.

Ia mengangkat subtema “Perempuan Hebat, Pilar Kemajuan Daerah” sebagai panggilan konkret bagi perempuan Kalimantan Tengah untuk mengambil peran lebih besar dan strategis. Aisyah menegaskan bahwa perempuan hebat adalah mereka yang tidak hanya berdaya secara individu, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, Aisyah memaparkan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut perempuan untuk adaptif, inovatif, dan terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan berbagai sektor mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga sosial budaya.

“Perempuan masa kini dituntut untuk tangguh menghadapi dinamika global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Di sinilah pentingnya keseimbangan antara kemajuan dan identitas,” ujarnya.

Aisyah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, organisasi masyarakat, maupun sektor swasta, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan agar dapat berkembang secara optimal.

Dalam konteks Kalimantan Tengah, ia melihat potensi besar perempuan sebagai motor penggerak pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian budaya.

Kegiatan peringatan Hari Kartini ini juga dirangkaikan dengan lomba fashion show yang menampilkan busana khas daerah. Bagi Aisyah, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kreativitas, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri perempuan sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya merayakan Kartini, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan membangun kepercayaan diri perempuan sebagai bagian dari pembangunan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Aisyah mengajak seluruh perempuan Kalimantan Tengah untuk terus bergerak maju, berani mengambil peran, dan tidak berhenti mengembangkan diri.

“Perempuan hebat adalah mereka yang terus belajar, beradaptasi, dan memberi dampak. Mari kita jadikan semangat Kartini sebagai energi untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kartini ke-147 ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen bersama terhadap pemberdayaan perempuan, sekaligus menginspirasi lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menjadi pilar kemajuan daerah.(z)