Kotawaringin Timur. eNewskalteng.com — Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun, meminta masyarakat untuk turut menjaga dan memelihara dari keberadaan drainase. Pasalnya sejak beberapa terakhir, sejumlah wilayah di kota Sampit mengalami kebanjiran.
“Kita juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan disekitar rumahnya dengan rutin memberishkan selokan, baik di depan, samping kiri kanan, atau belakang rumah masing-masing. kita bergotong-royong untuk menghindari potensi banjir,” tandas Rimbun, Rabu (13/8/2025).
Ajakan tersebut dinilainya penting untuk mencegah banjir di tengah curah hujan tinggi yang melanda wilayah kota Sampit. Menurut Rimbun, motivasi tersebut harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, Rimbun juga meminta pemerintah daerah harus bertindak tegas terhadap pihak yang melakukan aktivitas mengganggu atau merusak fungsi saluran drainase. “Tentu kita meminta ketegasan pemerintah daerah kalau memang ada selokan atau drainase yang ada aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rimbun, setelah genangan banjir melanda sejumlah titik di kota sampit pada Selasa 12 Agustus 2025. Data BPBD Kotim mencatat, hujan sekitar empat jam dengan curah 58 milimeter memicu genangan di Kecamatan MB Ketapang dan Baamang, termasuk di puluhan ruas jalan, dua sekolah, serta merendam sekitar 40 rumah.
Meski air surut cepat setelah pasang sungai mentaya menurun, dprd menilai antisipasi banjir harus dilakukan sejak dini. “Kalau kita semua tertib dan tegas dalam menegakkan aturan, tidak ada lagi drainase tersumbat atau rusak akibat aktivitas masyarakat. itu kunci mengurangi risiko banjir,” pungkas Rimbun.(man)












