BeritaPemprov Kalimantan Tengah

Gali Potensi Seni Daerah, UPT Taman Budaya Kalteng Gelar Pentas Teater Modern “Cahaya Dalam Cahaya, Kabut”

198
×

Gali Potensi Seni Daerah, UPT Taman Budaya Kalteng Gelar Pentas Teater Modern “Cahaya Dalam Cahaya, Kabut”

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, eNewskalteng.com – UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah kembali menghadirkan gebrakan baru di dunia seni pertunjukan melalui pementasan teater bertajuk “Cahaya dalam Cahaya, Kabut”, yang digelar di panggung utama UPT Taman Budaya Kalteng, Jalan Temanggung Tilung XIII, Palangka Raya, Minggu malam (27/7/2025).

 

Acara ini menjadi tonggak baru bagi kebangkitan seni teater modern di Bumi Tambun Bungai. Pementasan ini merupakan hasil dari Workshop & Pentas Teater Eksplorasi “Kreativitas Panggung”, yang telah berlangsung sebelumnya pada 25 Juli 2025.

 

Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D Binti, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan ekspresi kreatif masyarakat.

 

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam dunia seni teater. Ini bukan hanya pertunjukan, tapi juga panggung pembelajaran dan apresiasi budaya,” ungkap Wildae.

 

Pementasan ini turut menghadirkan Denny A Musthafa (Depal) sebagai sutradara, yang dikenal aktif memadukan unsur lokal dengan gaya eksplorasi modern dalam teater.

 

Dalam keterangannya, Depal berharap kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya komunitas-komunitas teater baru di daerah.

 

“Teater bukan hanya seni pertunjukan, tapi juga media perubahan sosial dan penguatan budaya. Kegiatan ini bisa menjadi salah satu cara memperkaya identitas budaya Kalimantan Tengah,” kata Depal.

 

Salah satu narasumber dalam workshop, Imam Qalyubi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah UPT Taman Budaya dalam mendorong penguatan tradisi lisan dan ekspresi dramatik.

 

“Ini bukan hanya panggung seni, tetapi juga penghidupan kembali budaya tutur yang mulai tergerus zaman. Ini awal yang sangat strategis,” ujarnya.

 

Sementara itu, Benny M Tundan, selaku Pimpinan Proyek, menekankan pentingnya sinergi antara pelaku seni, lembaga pemerintah, dan komunitas masyarakat.

 

“Kami mengajak seluruh pelaku seni untuk terus berkarya. Kita harus bangga pada karya-karya sendiri, dan menjadikannya bagian dari pembangunan kebudayaan di Kalimantan Tengah,” ujar Benny.

 

Pementasan “Cahaya dalam Cahaya, Kabut” bukan sekadar tontonan artistik, tetapi juga bentuk penguatan ekosistem seni budaya di Kalimantan Tengah. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan eksplorasi kreatif, acara ini menjadi simbol kebangkitan seni pertunjukan lokal yang inklusif, progresif, dan berpijak pada nilai-nilai lokal.

 

UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus menjadi ruang terbuka bagi seniman, pelajar, komunitas, dan masyarakat luas dalam menciptakan karya seni yang bermutu dan membangun karakter daerah. (Y)