BeritaEksekutifPemkab KapuasPemprov Kalimantan Tengah

Dalam Rangkaian Memperingati Hari Jadi ke-79 Bhayangkara, Polres Kapuas Gelar Do’a Lintas Agama

204
×

Dalam Rangkaian Memperingati Hari Jadi ke-79 Bhayangkara, Polres Kapuas Gelar Do’a Lintas Agama

Sebarkan artikel ini
Para Tokoh Agama diaulat untuk membacakan do'a menurut kepercayaan masing-masing.(Photo/ist)

Kuala Kapuas. eNewskalteng.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-79 Bhayangkaraya yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2025 mendatang,  Kepolisian Resor (Polres) Kapuas menggelar acara doa bersama lintas agama di aula Mapolres Kapuas, Kamis (26/6/2025).

Acara do’a lintas agama tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai agama yang ada di Kabupaten Kapuas, termasuk perwakilan dari agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Dalam sambutannya Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma menyampaikan bahwa doa bersama lintas agama ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Kapuas dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan mempererat tali silaturahmi. “Kegiatan ini adalah momentum yang sangat baik untuk bersama-sama memohon perlindungan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa bagi institusi Polri, khususnya Polres Kapuas, dalam menjalankan tugas melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri maka dari itu saya memohon kepada seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama saling membantu dan saling mengingatkan dalam menjaga situasi kambtibmas yang ada di kabupaten Kapuas.

Do’a lintas agama dilakukan secara bergantian oleh berbagai tokoh agama yang masing-masing memanjatkan do’a dan harapannya agar peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas. Selanjutnya, Ustadz Ipda Syarif Azhari, S.Pdi dari Polres Kapuas menyampaikan tausyiah dihadapan para tamu yang hadir.

‘’Kebebasan beragama bukan hanya tentang hak individu, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan masyarakat yang toleran dan harmonis. Menghormati pilihan agama orang lain, meskipun berbeda dengan keyakinan kita, adalah kunci untuk menjaga kerukunan,’’ ujar ustadz Syarif Azhari, S.Pdi.(red)