BeritaEksekutifPemkab Barito SelatanPemprov Kalimantan Tengah

Bupati Katingan Saiful Minta CSR Perusahaan Disalurkan Melalui Pemda

146
×

Bupati Katingan Saiful Minta CSR Perusahaan Disalurkan Melalui Pemda

Sebarkan artikel ini
Bupati Katingan Saiful.

Kasongan. eNewskalteng.com — Bupati Katingan Saiful meminta seluruh perusahaan besar yang beroperasi di wilayahnya agar menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pemerintah daerah. Langkah ini dimaksudkan agar penggunaan dana CSR lebih terarah dan mendukung program prioritas pembangunan.

Menurutnya, selama ini pelaksanaan CSR di Kabupaten Katingan belum berjalan efektif karena kurangnya koordinasi. Bahkan, ia mencontohkan pengucuran dana CSR untuk 10 desa yang masing-masing mendapatkan Rp100 juta, namun penggunaannya tidak diketahui secara pasti. “Seperti pengucuran dana untuk 10 desa yang masing-masing mencapai Rp100 juta. Tapi kita tidak tahu dana tersebut dipergunakan buat apa,” ungkap Saiful, Selasa (17/6/2025).

Bupati menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan dan pemerintah agar program CSR benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap semua bentuk bantuan sosial dari perusahaan bisa dikumpulkan terlebih dahulu melalui Pemda, kemudian diarahkan pada program pembangunan yang telah dirancang pemerintah. “Dana CSR itu dikumpulkan dahulu melalui pemerintah daerah. Kemudian akan ditentukan program apa yang akan dilaksanakan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran akibat efisiensi belanja daerah membuat pemerintah tidak dapat mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan CSR menjadi peluang penting untuk menutup celah tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 21 perusahaan yang beroperasi di Katingan telah menandatangani ikrar bersama dalam mendukung pembangunan daerah. Empat bidang telah ditetapkan sebagai fokus prioritas penggunaan CSR, yaitu pembangunan jalan dan jembatan, pendidikan, pelayanan kesehatan dasar, serta penanggulangan napza.

Namun demikian, Saiful menilai bahwa pelaksanaan program CSR selama ini seperti “jalan di tempat” karena lemahnya koordinasi. Ia berharap ke depan, pelaksanaan CSR dapat diarahkan bersama dalam forum perencanaan strategis daerah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.(dan)