BeritaPemkab Palangkaraya

Inflasi Aman, Harga Bahan Pokok di Palangka Raya Terkendali

184
×

Inflasi Aman, Harga Bahan Pokok di Palangka Raya Terkendali

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda, Arbert Tombak ketika diwawancarai awak media. (Photo/Ist)

Palangka Raya, eNewskalteng – Harga kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya terpantau relatif stabil meskipun terjadi kenaikan harga di sejumlah daerah di tingkat nasional. Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain, melalui Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, saat memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2025 di ruang rapat Peteng Karuhei I, Senin (13/1/2025).

Arbert Tombak menjelaskan bahwa meskipun beberapa komoditas seperti minyak goreng, bawang merah, dan cabai mengalami kenaikan di berbagai wilayah Indonesia, situasi di Palangka Raya masih dalam kondisi terkendali.

“Secara umum, harga kebutuhan pokok di Palangka Raya stabil. Untuk minyak goreng, memang harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700. Di Palangka Raya, harga minyak goreng berada di Rp17.000, sedikit lebih rendah dibandingkan harga nasional yang mencapai Rp17.300,” ungkapnya.

Menurut Arbert, kenaikan harga minyak goreng masih belum signifikan dan tidak mengganggu pasokan maupun permintaan di pasaran, sehingga intervensi dari pemerintah daerah masih dipertimbangkan.

Untuk komoditas bawang merah, harga mengalami kenaikan dari Rp36.000 per kilogram menjadi Rp38.000 per kilogram dalam satu minggu terakhir. Sementara itu, harga bawang putih dilaporkan masih relatif stabil.

Adapun harga cabai justru mengalami penurunan. Sebelumnya, harga cabai sempat mencapai Rp100.000 per kilogram, namun kini menurun menjadi Rp90.000 bahkan di beberapa tempat hanya Rp60.000 per kilogram. Meski demikian, pasokan cabai masih terbatas karena masa panen di sentra produksi utama seperti Jawa Tengah telah berakhir.

Selain itu, harga beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat juga tercatat tetap stabil, tanpa adanya lonjakan harga yang berarti.

Dengan kondisi tersebut, Arbert menegaskan bahwa inflasi di Kota Palangka Raya masih dapat dikendalikan dengan baik, bahkan tidak terpengaruh secara signifikan oleh tingginya permintaan selama hari-hari besar keagamaan atau momen-momen khusus lainnya.

“Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi sepanjang tahun 2025,” pungkasnya.(man)