TAIYUAN, 4 November (Xinhua), eNewskalteng.com – Delegasi pemuda Indonesia mengunjungi sejumlah perusahaan manufaktur di Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, untuk mempelajari perkembangan teknologi industri sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara kedua negara. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Pertukaran/Kunjungan Pemuda Indonesia-Shanxi yang pertama. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang profesi, antara lain bidang teknik, properti, pendidikan, dan hukum.

Pendiri sekaligus CEO perusahaan pengembang properti Crisanta, David Liang, mengatakan kunjungan langsung ke perusahaan manufaktur Tiongkok memberikan pemahaman mengenai kemajuan industri dan penerapan teknologi cerdas. Menurutnya, pengalaman tersebut juga membuka wawasan baru bagi pengembangan infrastruktur dan properti di Indonesia. Salah satu perusahaan yang dikunjungi adalah Taiyuan Heavy Machinery Group. Di lokasi tersebut, delegasi mempelajari penerapan teknologi manufaktur cerdas, mulai dari sistem penelitian dan pengembangan (litbang) digital, pengoperasian jarak jauh berbasis 5G, hingga teknologi peralatan pelabuhan.
Perusahaan tersebut diketahui telah memasarkan produknya ke lebih dari 70 negara dan kawasan, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu pasar luar negeri utamanya. Para peserta juga berkesempatan mencoba simulasi pengoperasian alat berat untuk memahami teknologi yang digunakan.
Selanjutnya, delegasi mengunjungi fasilitas produksi Geely Auto di Jinzhong. Pabrik yang menjadi percontohan industri kendaraan energi baru di Shanxi itu menerapkan sistem produksi digital dan fleksibel dalam berbagai tahapan, mulai dari pencetakan, pengelasan, hingga perakitan akhir. Teknologi kembaran digital (digital twin), inspeksi visual berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pengoperasian peralatan otomatis memungkinkan pengawasan dan pengendalian proses produksi secara lebih terintegrasi.
Para peserta mengamati langsung lini produksi otomatis melalui jalur khusus pengunjung. Muhammad Rodli Kaelani, Wakil Ketua Asosiasi Pemuda Tionghoa Indonesia, menunjukkan ketertarikannya dengan mendokumentasikan proses produksi dan memperhatikan struktur bodi kendaraan yang dipamerkan.
Dia mengapresiasi tingkat efisiensi dan ketepatan teknologi manufaktur cerdas yang diterapkan perusahaan tersebut. Pengalaman mengunjungi Taiyuan Heavy Machinery Group dan Geely Auto memberikan gambaran kepada delegasi mengenai perkembangan industri Shanxi, baik dalam produksi alat berat maupun kendaraan energi baru. Para peserta berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Shanxi, terutama dalam bidang konstruksi teknik, pengembangan properti, pendidikan, serta sektor lainnya.
Aswen Susisyo Utomo, Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) sekaligus ketua delegasi, mengatakan program tersebut menjadi sarana mempertemukan generasi muda berprestasi Indonesia dengan berbagai pihak di Shanxi. Dia berharap kegiatan ini menjadi awal bagi penguatan hubungan antarpemuda melalui pertukaran pengetahuan, pembelajaran budaya, dan kerja sama konkret. Melalui interaksi yang berkelanjutan, generasi muda Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat mempererat persahabatan serta membangun kemitraan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.(red)












