Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Meski sempat diguyur hujan dan kondisi udara masih tak sehat, ratusan sekolah di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, tetap menerapkan belajar dari rumah (BDR. Langkah ini sebagai upaya untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan, dari paparan sisa-sisa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sejumlah sekolah hingga kini masih menerapkan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), seperti di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Sampit misalnya. Tampak suasana halaman sekolah maupun ruang belajar terlihat sepi dan kosong dari aktivitas belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan pelaksanaan PTM tetap mengacu pada Surat Edaran (SE) yang telah dikeluarkan kepala daerah. Dalam ketentuan tersebut, kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.
“Dari total 835 satuan pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur, sebanyak 464 sekolah masih menerapkan pembelajaran dari rumah (BDR). Meski demikian, sejumlah sekolah telah melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, karena wilayahnya relatif bersih dari kabut asap,” jelasnya..
Yolanda menjelaskan, setelah menyesuaikan dengan kondisi cuaca saat ini, sudah ada beberapa sekolah yang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka. Hanya saja, pelaksanaannya tetap mengacu pada surat edaran yang telah dikeluarkan kepala daerah.
“Saya tegaskan bahwa penerapan pembelajaran tatap muka maupun belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih bersifat kondisional. Artinya
keputusan pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing kepala satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Yolanda mengatakan, pihaknya terus menyesuaikan kebijakan pembelajaran dengan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan situasi di masing-masing wilayah, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan peserta didik.
“Selama bulan Oktober 2026, penerapan pembelajaran jarak jauh telah memasuki pekan ke empat hingga Jumat ini. Artinya hampir selama satu bulan penuh, aktivitas di sekolah lumpuh total, sehingga peserta didik hanya bisa melaksanakan pembelajaran dari rumah,” tutup Yolanda. (man)












