PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menegaskan pentingnya sinergi dan transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kalimantan Tengah yang dirangkai dengan Seminar Nasional di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Jumat (9/10/2026).
Hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Linae menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar IPPAT. Ia berharap IPPAT semakin profesional dan berintegritas dalam mendukung kepastian hukum serta meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat.
Menurut Linae, digitalisasi layanan pertanahan menjadi bagian penting dalam mendorong pelayanan yang semakin efektif, tertib, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta PPAT perlu terus diperkuat.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendukung pelaksanaan Reforma Agraria melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Program ini merupakan agenda strategis nasional yang sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam mendorong swasembada pangan, pemerataan ekonomi, pembangunan dari desa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Linae menekankan, keberhasilan Reforma Agraria tidak cukup hanya diukur melalui legalisasi aset dan redistribusi tanah. Lebih dari itu, penataan akses harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama DPRD juga tengah mendorong penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan mekanisme penyelesaian persoalan pertanahan yang lebih jelas dan terkoordinasi.
“IPPAT memiliki peran penting sebagai mitra Pemerintah Daerah dan ATR/BPN. Kami berharap sinergi yang baik dapat terus diperkuat, sehingga proses pengurusan pertanahan berjalan tertib dan masyarakat memperoleh kepastian atas haknya,” ungkap Linae.
Seminar Nasional HUT ke-39 IPPAT Kalimantan Tengah mengangkat tema “Serba-Serbi Implementasi Sistem Mitra BPN dalam Era Digitalisasi untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pertanahan”. Kegiatan tersebut menghadirkan Agustin Teras Narang dan Fitriani Hasibuan sebagai narasumber utama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat implementasi sistem digital dalam pelayanan pertanahan, sekaligus meningkatkan profesionalisme PPAT dan memberikan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kalimantan Tengah.(yz)












