Kepala Perpusnas: Kemajuan Tiongkok Dorong Minat Masyarakat Indonesia
JAKARTA, 5 Oktober (Xinhua), eNewskalteng.com — Perkembangan ekonomi Tiongkok yang pesat serta meningkatnya peran negara tersebut di dunia internasional mendorong semakin besarnya ketertarikan masyarakat Indonesia untuk memahami faktor-faktor di balik kemajuan tersebut, kata Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Indonesia E. Aminudin Aziz. Pernyataan itu disampaikan Aziz dalam wawancara dengan Xinhua setelah Perpusnas Indonesia menerima donasi 100 buku dari penerbit dan penyelenggara Tiongkok pada Sabtu (3/10).
Aziz mengatakan koleksi buku dari Tiongkok tersebut bukan sekadar menambah bahan bacaan di perpustakaan, tetapi juga menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan, budaya, peradaban, dan pengalaman antara kedua negara. “Sebagai perpustakaan pusat negara, kami menyediakan berbagai koleksi dari negara lain,” ujar Aziz.
Menurut dia, Indonesia dan Tiongkok memiliki hubungan persahabatan serta kerja sama yang telah berlangsung lama. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan ekonomi Tiongkok dan semakin besarnya pengaruhnya di tingkat global turut meningkatkan rasa ingin tahu masyarakat Indonesia mengenai negara tersebut. Koleksi yang diserahkan kepada Perpusnas mencakup beragam bidang, antara lain filsafat, bahasa, budaya, ekonomi, dan politik. Aziz menilai keberadaan buku-buku tersebut dapat membantu pembaca Indonesia memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai perkembangan Tiongkok.
Sebagai seorang linguis, Aziz juga mengaku memiliki ketertarikan terhadap perkembangan bahasa, masyarakat, dan pemikiran di Tiongkok. Ketertarikannya semakin kuat setelah menjalani penelitian pascadoktoral selama enam bulan di Akademi Ilmu Sosial Shanghai (SASS). Selama tinggal di Shanghai, Aziz memanfaatkan perpustakaan SASS untuk melakukan penelitian dan mengunjungi sejumlah institusi akademik. Ia juga berkesempatan melakukan penelitian lapangan di beberapa desa di Tiongkok, yang menurutnya menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan akademiknya. “Saya rasa ini merupakan salah satu pengalaman paling menarik yang pernah saya alami dalam hidup saya,” kenangnya. Aziz berharap penyerahan buku tersebut dapat menjadi awal bagi terbentuknya kerja sama yang lebih luas dan terarah antara Perpusnas Indonesia dengan lembaga-lembaga terkait di Tiongkok.
Salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang kerja sama adalah pelestarian manuskrip kuno. Aziz mengatakan Perpusnas memiliki banyak manuskrip langka dan bersejarah yang membutuhkan teknologi serta metode konservasi khusus. “Tiongkok memiliki teknologi canggih dalam melestarikan manuskrip tua, dan saya rasa ini adalah salah satu bidang yang dapat kita eksplorasi lebih jauh,” katanya.
Selain konservasi, Aziz melihat peluang kerja sama dalam pertukaran keahlian pustakawan serta pengembangan dan berbagi koleksi perpustakaan. Menurut dia, kemajuan Tiongkok dalam penerbitan dan pengembangan koleksi buku baru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkaya bahan bacaan di Perpusnas. “Tiongkok cukup maju dalam koleksi buku-buku baru. Indonesia juga perlu mendapatkan koleksi-koleksi ini dari Tiongkok,” ujarnya.
Aziz menambahkan, komunikasi dan dialog yang lebih intensif antara Perpusnas Indonesia dan lembaga-lembaga mitra di Tiongkok akan memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok di bidang kebudayaan dan pengetahuan.(red)












