Palangka Raya, eNewskalteng.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya hingga 21 Agustus 2026 tercatat mencapai 306 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 264,79 hektare. Kondisi tersebut mendorong DPRD meminta pemerintah memperkuat pencegahan sekaligus menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat, terutama jika kualitas udara memburuk.
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mengatakan tingginya kejadian karhutla menjadi perhatian serius. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika api telah membesar, tetapi harus dibarengi dengan pencegahan sejak dini.
“Dengan angka kejadian yang sudah mencapai ratusan, tentu ini menjadi perhatian kita bersama. Pencegahan harus lebih diutamakan, karena ketika kebakaran sudah terjadi dan meluas, penanganannya akan jauh lebih sulit,” ujar Syaufwan, Sabtu (22/8/2026).
Ia mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, aparat, relawan, dan masyarakat memperkuat pemantauan di wilayah yang rawan karhutla, khususnya kawasan yang memiliki lahan gambut dan semak belukar.
Syaufwan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang relatif kering dapat membuat api lebih cepat merambat dan sulit dikendalikan.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai pembakaran kecil kemudian tidak terkendali dan akhirnya menjadi karhutla yang berdampak luas, termasuk terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” katanya.
Selain persoalan kebakaran, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Syaufwan meminta pemerintah mengambil langkah perlindungan apabila kualitas udara mulai membahayakan, terutama bagi kelompok rentan dan anak-anak.
Salah satu langkah yang diusulkannya adalah mempertimbangkan peliburan sekolah sementara apabila kondisi udara sudah tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan peserta didik.
“Kalau kondisi udara sudah tidak sehat, kita berharap sekolah bisa diliburkan untuk sementara. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan juga kami harapkan dapat membagikan masker gratis kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, penyediaan masker dapat menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi dampak paparan kabut asap, khususnya bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
Syaufwan juga meminta koordinasi antarinstansi terus diperkuat, terutama dalam mempercepat penyampaian informasi dan penanganan ketika ditemukan titik api.
“Kita berharap penanganan di lapangan semakin cepat dan sinergi antarinstansi terus diperkuat. Masyarakat juga jangan ragu melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau titik api,” pungkasnya.












