Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pemerataan pembangunan dan akses layanan dasar masih menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Wilayah pinggiran, khususnya kawasan Pahandut Seberang hingga Tumbang Rungan, dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan air bersih.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari, meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perencanaan dan pengalokasian anggaran, tetapi memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Jalan, drainase, dan pelayanan dasar merupakan kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Tantawi
Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah memang membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar.
Pembangunan Diminta Berbasis Kondisi Lapangan
Tantawi mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya menyusun pemetaan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Setiap persoalan yang dihadapi masyarakat, menurutnya, perlu dicatat dan dipetakan agar penanganannya dapat dilakukan secara terarah.
“Pemerintah kota harus memiliki pemetaan prioritas yang jelas dan berbasis kondisi nyata di lapangan. Masyarakat perlu mendapatkan kepastian bahwa persoalan yang mereka hadapi telah dicatat, dipetakan, dan memiliki tahapan penyelesaian,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa luas wilayah Kota Palangka Raya membuat kebutuhan pembangunan di setiap kawasan tidak sama. Karena itu, pembangunan tidak seharusnya hanya terkonsentrasi di kawasan pusat kota.
Pemerataan pembangunan, lanjut Tantawi, perlu menjadi bagian dari kebijakan pemerintah agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota tetap memperoleh akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar yang layak.
“Pemerataan pembangunan tidak hanya terlihat dalam dokumen perencanaan dan anggaran, tetapi benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Kota Palangka Raya,” katanya.
Akses Air Bersih Jadi Perhatian
Selain persoalan jalan dan drainase, Fraksi Gerindra turut menyoroti keterbatasan akses air bersih di kawasan Pahandut Seberang hingga Tumbang Rungan.
Tantawi menyebut kualitas air tanah di sejumlah kawasan tersebut masih kurang baik sehingga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang layak.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah melalui pengembangan jaringan pelayanan air bersih yang lebih luas dan terjangkau.
Salah satu langkah yang didorong adalah percepatan penambahan jaringan perpipaan secara bertahap. Perluasan jaringan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama warga di kawasan Pahandut Seberang hingga Tumbang Rungan yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Menurut Tantawi, pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar harus dilakukan secara merata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadikan pemerataan pembangunan sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan program prioritas, sehingga kebutuhan masyarakat di kawasan pinggiran tidak tertinggal dibandingkan wilayah pusat kota.












