BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Kabut Asap Tekan Aktivitas Warga, DPRD Palangka Raya Dorong UMKM Perkuat Penjualan Online

3
×

Kabut Asap Tekan Aktivitas Warga, DPRD Palangka Raya Dorong UMKM Perkuat Penjualan Online

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di Kota Palangka Raya. Selain mengganggu kesehatan dan kegiatan pendidikan, kondisi udara yang memburuk juga mulai berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi warga, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya, Salundik, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan UMKM di tengah kondisi tersebut. Menurutnya, pelaku usaha tetap membutuhkan pendampingan agar dapat mempertahankan aktivitas dan pendapatan meski masyarakat lebih banyak beraktivitas dari rumah.

“Kami prihatin dengan kondisi ini. Meski begitu pemerintah harus tetap hadir guna memberikan pendampingan agar UMKM bisa bertahan,” ujar Salundik, Senin (31/8/2026).

Menurut Salundik, kabut asap yang semakin pekat berpotensi membuat masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat menurunkan jumlah konsumen yang datang langsung ke tempat usaha.

Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM memanfaatkan penjualan secara daring sebagai alternatif untuk mempertahankan transaksi. Pemanfaatan media sosial, layanan pesan-antar, hingga platform digital dinilai dapat membantu pelaku usaha tetap menjangkau konsumen tanpa mengandalkan kunjungan langsung.

“Pelaku UMKM perlu mengoptimalkan penjualan daring agar aktivitas usaha tetap berjalan di tengah kondisi seperti ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Salundik mengingatkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Kualitas udara yang buruk juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat harus tetap menjadi perhatian pemerintah selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Palangka Raya.

Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla. Pengendalian titik api sejak dini dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menghasilkan kabut asap yang semakin pekat.

“Pencegahan dan penanggulangan karhutla harus diperkuat agar titik api bisa segera dikendalikan sehingga kabut asap tidak meluas ke permukiman,” kata Salundik.

Salundik berharap penanganan karhutla dilakukan secara serius dan melibatkan seluruh pihak. Selain menekan dampak terhadap kesehatan masyarakat, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga aktivitas pendidikan dan perekonomian warga agar tidak semakin terganggu.