BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

DPRD Palangka Raya Minta Penanganan Korban Kebakaran Berlanjut

3
×

DPRD Palangka Raya Minta Penanganan Korban Kebakaran Berlanjut

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Penanganan warga terdampak kebakaran di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan. Bantuan tidak hanya dibutuhkan saat kondisi darurat, tetapi juga selama warga menjalani proses pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya yang turun langsung memberikan perhatian kepada warga terdampak kebakaran.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan korban dapat segera ditangani. Kunjungan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin ke lokasi pengungsian maupun warga terdampak juga dinilai menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah kota yang turun langsung melihat kondisi warga terdampak. Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujar Syaufwan, Sabtu (15/8/2026).

Selain memberikan perhatian kepada warga yang terdampak, Syaufwan turut menyampaikan duka atas meninggalnya dua balita dalam peristiwa kebakaran tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah.

Ia menilai, setelah masa tanggap darurat berakhir, perhatian terhadap korban tetap harus dilanjutkan. Warga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap.

“Yang paling penting tentu kita turut berduka atas meninggalnya dua balita. Semoga keluarga diberikan kekuatan. Untuk warga terdampak, pemerintah perlu memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa pemulihan,” katanya.

Syaufwan juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam penanganan pascakebakaran. Menurutnya, kebutuhan warga harus dipetakan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pendampingan, kata dia, tidak cukup hanya dalam bentuk bantuan sementara. Warga yang kehilangan tempat tinggal juga perlu mendapatkan dukungan lanjutan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan.

Ia berharap seluruh perangkat daerah terkait dapat terus berkoordinasi sehingga penanganan korban berjalan secara maksimal dan tidak berhenti setelah situasi darurat berakhir.

“Penanganan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Warga yang kehilangan tempat tinggal harus mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (Mit.)