BeritaDPRD PalangkarayaEkonomiLegislatifPeristiwa

Kemarau Panjang Picu Risiko Karhutla, DPRD Palangka Raya Minta Warga Waspada

32
×

Kemarau Panjang Picu Risiko Karhutla, DPRD Palangka Raya Minta Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kota Palangka Raya seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan sekitar.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, mengatakan kondisi kemarau dapat membuat lahan lebih mudah terbakar. Situasi tersebut dinilai semakin berisiko apabila dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi memperpanjang periode kering.

“Kita harus sama-sama waspada. Kondisi kemarau seperti sekarang membuat lahan lebih mudah terbakar. Apalagi ada pengaruh El Nino yang dapat memperpanjang kondisi kering,” ujar Hap, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam. Peran masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Hap meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera melapor apabila menemukan asap atau titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

“Jangan menunggu api membesar. Kalau ada melihat titik api atau asap, segera sampaikan kepada petugas supaya bisa ditangani lebih awal,” katanya.

Ia menilai penanganan sejak dini dapat membantu mencegah api meluas dan mengurangi dampak yang ditimbulkan. Terlebih, kebakaran di lahan kering dapat berkembang dengan cepat ketika kondisi cuaca panas dan angin mendukung.

Selain masyarakat, pemerintah dan petugas terkait juga diharapkan memperkuat langkah pencegahan serta pengawasan di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Hap menegaskan, pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat dapat berperan dengan menjaga lingkungan masing-masing, sementara pemerintah dan petugas memastikan upaya pemantauan serta penanganan dapat dilakukan secara cepat.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Pemerintah, petugas, dan masyarakat harus saling mendukung agar karhutla tidak meluas,” pungkasnya.