Palangka Raya. eNewskalteng.com – Persoalan yang dihadapi SDN 4 Palangka Raya dinilai tidak cukup diselesaikan hanya melalui perbaikan atau rehabilitasi bangunan. Keterbatasan lahan dan kondisi lingkungan sekolah yang berada di kawasan padat menjadi pertimbangan DPRD Kota Palangka Raya untuk mendorong opsi penggabungan dengan sekolah lain.
Usulan tersebut disampaikan Komisi III DPRD Kota Palangka Raya setelah melakukan peninjauan langsung ke SDN 4 Palangka Raya, Selasa (4/8). Dari hasil kunjungan, kondisi lingkungan sekolah dinilai menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian selain kondisi fisik bangunan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan keterbatasan ruang membuat sekolah kesulitan menyediakan fasilitas yang dapat menunjang berbagai aktivitas peserta didik.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan. Perbaikan bangunan memang penting, tetapi tidak akan menyelesaikan persoalan apabila ketersediaan lahan dan lingkungan sekolah tetap terbatas.
“Kami mendesak merger dengan SD terdekat, misalnya SDN 2 Palangka Raya di Jalan Rinjani. Kenapa? Karena kondisi lingkungan sudah tidak memungkinkan. Jalan juga sudah tidak memungkinkan, kecuali direhabilitasi total,” ujar Arif, Rabu (5/8).
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan area untuk kegiatan siswa. Bahkan, halaman sekolah yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas masih menggunakan badan jalan umum.
“Kalau revitalisasi saja, itu tidak memperbaiki lingkungan sekolah dan fasilitas lainnya,” katanya.
Kondisi permukiman warga di sekitar sekolah turut mempersempit ruang gerak. Sejumlah rumah berada tepat di depan area sekolah sehingga sekolah tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan fasilitas maupun kegiatan peserta didik.
“Lapangan upacara masih menggunakan jalan umum dan di depan sekolah ada permukiman masyarakat. Jadi sebenarnya memang tidak layak,” tegasnya.
Arif menilai lingkungan sekolah seharusnya mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Karena itu, setiap rencana pembangunan maupun rehabilitasi perlu mempertimbangkan kondisi kawasan secara keseluruhan, bukan hanya melihat kondisi gedung.
Menurutnya, opsi penggabungan dengan SDN 2 Palangka Raya layak dikaji karena kedua sekolah berada di lokasi yang relatif berdekatan. Penggabungan tersebut dinilai berpotensi menjadi solusi jangka panjang apabila hasil kajian menunjukkan kapasitas dan fasilitas sekolah tujuan mampu menampung seluruh kebutuhan peserta didik.
Meski demikian, DPRD meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru menetapkan keputusan. Kajian menyeluruh tetap diperlukan dengan mempertimbangkan kapasitas ruang belajar, jumlah siswa, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta kondisi lingkungan kedua sekolah.
Dengan kajian yang matang, kebijakan yang diambil diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan keterbatasan SDN 4 Palangka Raya, tetapi juga memastikan siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak untuk menunjang proses pendidikan.












