BeritaBisnisDPRD PalangkarayaEkonomiLegislatifPendidikan

Tiga Kali Didata, Siswa SDN 1 Pahandut Seberang Belum Dapat MBG

6
×

Tiga Kali Didata, Siswa SDN 1 Pahandut Seberang Belum Dapat MBG

Sebarkan artikel ini
Kunjungan ke SDN 1 Pahandut Seberang, Siswa dan Tamu Berfoto Bersama.

Palangka Raya. eNewskalteng.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum dirasakan seluruh siswa sekolah dasar di Kota Palangka Raya. Salah satunya di SDN 1 Pahandut Seberang, yang hingga kini masih menunggu realisasi program tersebut meski pendataan telah dilakukan sebanyak tiga kali.

Kondisi tersebut diketahui saat Komisi III DPRD Kota Palangka Raya mengunjungi SDN 1 Pahandut Seberang. Dalam kunjungan itu, legislatif tidak hanya melihat kondisi sekolah, tetapi juga menggali berbagai persoalan yang dihadapi pihak sekolah dan para siswa.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan pihak sekolah menyampaikan bahwa petugas MBG sudah beberapa kali datang untuk melakukan pendataan. Namun, pendataan tersebut belum diikuti dengan pelaksanaan program.

“SDN 1 Pahandut Seberang ini sudah tiga kali didatangi petugas MBG. Katanya didata, tetapi sampai sekarang belum juga mendapatkan program MBG,” ujar Rana, Kamis (6/8/2026).

Meski belum memperoleh makanan dari program tersebut, kondisi itu sejauh ini tidak menjadi persoalan bagi orang tua siswa. Mereka tetap memastikan anak-anak membawa bekal dari rumah sebagai makanan selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Menurut Rana, pihak sekolah juga telah mengambil langkah sederhana untuk menjaga bekal siswa tetap tertata. Setiap kelas disediakan keranjang khusus yang digunakan untuk menyimpan makanan yang dibawa dari rumah.

“Kepala sekolah menyampaikan orang tua murid tidak menuntut harus mendapatkan MBG. Kalau dapat tentu alhamdulillah, tetapi kalau belum, mereka tetap membawakan bekal untuk anak-anaknya,” katanya.

Namun, belum masuknya program MBG ke sekolah tersebut tetap menjadi perhatian Komisi III. Pasalnya, pemerataan layanan menjadi salah satu hal penting agar program pemenuhan gizi tidak hanya dirasakan siswa yang berada di kawasan perkotaan.

Terlebih, Pemerintah Kota Palangka Raya sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk memperluas pelaksanaan MBG hingga wilayah yang berada di kawasan pinggiran maupun daerah dengan akses yang lebih terbatas.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini sebelumnya menyebut pemerintah kota terus memantau perkembangan pembangunan dapur MBG di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program dapat menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk yang berada di kawasan terpencil.

“Wilayah 3T menjadi perhatian karena anak-anak sekolah di daerah terpencil juga harus segera mendapatkan manfaat dari program ini,” ujar Achmad Zaini.

Rana berharap pelaksanaan MBG di SDN 1 Pahandut Seberang dapat segera mendapat kejelasan. Menurutnya, keterbatasan akses tidak seharusnya membuat siswa di wilayah pinggiran tertinggal dalam memperoleh program pemerintah.

Ia juga mendorong agar koordinasi antara pihak terkait dapat diperkuat, terutama dalam memastikan kesiapan layanan sebelum program dijalankan di sekolah.

Dengan adanya pemerataan pelaksanaan MBG, siswa di kawasan Pahandut Seberang diharapkan juga dapat memperoleh manfaat program tersebut. Pemenuhan kebutuhan gizi dinilai penting untuk menunjang kesehatan sekaligus membantu siswa mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.