BeritaEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Kadin Kalteng Dorong Pertanian Produktif Hadapi Karhutla dan Gejolak BBM

3
×

Kadin Kalteng Dorong Pertanian Produktif Hadapi Karhutla dan Gejolak BBM

Sebarkan artikel ini
Wawancara Ketua Kadin Kalteng (Photo/yz)

PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong penguatan sektor produktif, khususnya pertanian, sebagai salah satu strategi menghadapi tantangan ekonomi daerah sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kalteng yang dirangkaikan dengan syukuran HUT Kadin Indonesia ke-58 secara serentak dan hybrid, Kamis (24/9/2026).

Pelaksanaan kegiatan tahun ini dibuat lebih sederhana mengingat kondisi Kalteng yang masih menghadapi Karhutla. Para pengurus daerah tidak dikumpulkan dalam satu titik, melainkan mengikuti kegiatan secara hybrid.

Ketua Umum Kadin Kalteng, Rahmat Nasution Hamka, mengatakan momentum HUT Kadin tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi diarahkan pada aksi nyata yang memiliki dampak terhadap lingkungan.

Salah satunya melalui gerakan penanaman bibit pohon produktif di berbagai wilayah Kalteng.

“Selama lahan itu produktif dan dirawat, insya Allah akan terjaga dari kebakaran. Lahan yang telantar dan tidak produktif justru yang sangat rentan terbakar,” ujar Rahmat usai kegiatan di Palangka Raya.

Menurutnya, Kadin Kalteng juga mendukung usulan Gubernur Kalteng terkait revisi tata ruang wilayah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Penataan tersebut dinilai penting agar pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif dapat dilakukan secara lebih optimal.

Dalam Rapimprov, sektor pertanian dalam arti luas, termasuk hortikultura dan tanaman pangan, menjadi salah satu prioritas Kadin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalteng ke depan.

Rahmat mengatakan pengembangan sektor tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.

Di sisi lain, Kadin Kalteng turut menyoroti dampak Karhutla terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM. Kabut asap dinilai turut mengganggu aktivitas ekonomi dan rantai pasok di lapangan.

“Dampak Karhutla tentu dirasakan langsung oleh pelaku UMKM di lapangan. Untuk itu, Kadin hadir memberikan dukungan dengan menyalurkan bantuan berupa masker berstandar, vitamin, hingga menyediakan rumah oksigen bekerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan,” jelasnya.

Soroti Gejolak BBM Bersubsidi

Selain Karhutla, Kadin Kalteng juga menyoroti fenomena antrean panjang dan isu kelangkaan BBM bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah.

Rahmat menilai persoalan tersebut perlu dilihat tidak hanya dari sisi ketersediaan pasokan, tetapi juga dari besarnya perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan non-subsidi.

“Pasokan dari Pertamina sebenarnya normal. Namun, karena selisih harga BBM subsidi dan non-subsidi cukup jauh hingga mencapai Rp5.000 dibanding dulu, terjadi pergeseran konsumsi masyarakat secara masif ke BBM bersubsidi,” katanya.

Ia menambahkan, dinamika harga minyak mentah dunia yang dipengaruhi kondisi geopolitik global turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan harga dan konsumsi BBM.

Kadin Kalteng berharap berbagai persoalan tersebut dapat ditangani melalui kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung dunia usaha di daerah.(y)