PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut berupa Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada 608 penerima serta bantuan sosial (bansos) karhutla kepada 300 penerima. Penyaluran berlangsung di Kelurahan Kalampangan, Jumat (18/9/2026).
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Lina Victoria Aden, jajaran Pemprov Kalteng, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat dan warga setempat.
Sekda Kalteng Lina Victoria Aden mengatakan, kehadiran gubernur secara langsung merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat di lapangan.
Menurut Lina, pemerintah tidak hanya menerima laporan terkait kondisi masyarakat, tetapi juga turun langsung untuk melihat keadaan sekaligus mendengarkan kebutuhan warga.
“Gubernur bukan sekadar menyempatkan diri untuk hadir, tetapi memang secara khusus datang langsung ke Kelurahan Kalampangan untuk bertemu dan melihat kondisi masyarakat secara langsung,” ujar Lina.
Ia menjelaskan, KHBS merupakan salah satu program prioritas Pemprov Kalteng sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Selain KHBS, Pemprov Kalteng juga memberikan bantuan pangan khusus bagi masyarakat terdampak karhutla di Kelurahan Kalampangan.
Lina mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla. Masker yang telah dibagikan diharapkan digunakan untuk mengurangi risiko paparan asap.
Pemerintah juga memberikan vitamin serta terus menyalurkan air bersih dan air minum bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lina turut mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya karhutla, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran.
“Jangan sampai pembakaran lahan dianggap sebagai sesuatu yang biasa atau menjadi rutinitas. Kita semua harus bersama-sama menjaga dan mencintai lingkungan Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak dan membutuhkan.
Menurutnya, pendataan penerima bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan bupati, wali kota, kepala desa dan lurah. Pemerintah daerah di tingkat tersebut dinilai lebih mengetahui kondisi riil masyarakat di wilayah masing-masing.
“Yang tahu data real di lapangan, yang tahu siapa yang berhak menerima, adalah Bupati, Wali Kota, Kepala Desa dan Lurah. Karena itu kita terus melakukan koordinasi agar bantuan ini tepat sasaran,” kata Agustiar.
Agustiar menjelaskan, KHBS tidak hanya berupa bantuan tunai. Program tersebut mencakup sejumlah bentuk perhatian pemerintah, mulai dari bantuan tunai, pangan, pendidikan, kesehatan hingga jaminan sosial.
Untuk bantuan tunai, penyaluran dilakukan beberapa kali dalam satu tahun sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sedangkan bantuan pangan diberikan secara berkala kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Program ini jangan hanya dipahami sebagai bantuan tunai. Di dalam Kartu Huma Betang Sejahtera terdapat beberapa bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.
Pada sektor pendidikan, perhatian pemerintah juga diberikan kepada peserta didik jenjang SMA dan sederajat yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sesuai ketentuan program yang berlaku. Selain itu, terdapat pula jaminan sosial bagi masyarakat penerima manfaat.
Dalam penanganan dampak karhutla, Pemprov Kalteng juga terus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak. Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan tersebut mencapai kurang lebih 10.000 orang dengan sasaran masyarakat yang benar-benar terdampak.
Selain bantuan pangan, pemerintah terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air akibat kondisi kemarau.
Agustiar menyebut luas wilayah Kalimantan Tengah menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi bantuan. Meski demikian, pemerintah akan terus berupaya menjangkau desa dan kelurahan yang membutuhkan selama akses menuju wilayah tersebut memungkinkan.
“Sampai hari ini, bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai kurang lebih 2,5 juta liter,” ungkapnya.(Y)












