BeritaDPRD Palangkaraya

Anggota DPRD Sigit Widodo: Huma Betang Bukan Sekadar Ikon Kota, Tapi Pusat Edukasi Budaya

44
×

Anggota DPRD Sigit Widodo: Huma Betang Bukan Sekadar Ikon Kota, Tapi Pusat Edukasi Budaya

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pembangunan Huma Betang di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya mendapat dukungan dari DPRD Kota Palangka Raya. Proyek yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, mengatakan pembangunan Huma Betang bukan hanya berkaitan dengan penataan kawasan kota, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan ruang yang mampu mengenalkan filosofi dan kearifan lokal Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas. Saat ini, pembangunan Huma Betang telah memasuki tahap awal dengan dimulainya proses pemancangan tiang pancang di lokasi kawasan Bundaran Besar.

Menurut Sigit, perhatian dan komitmen Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran terhadap pembangunan tersebut patut diapresiasi karena memiliki nilai strategis bagi pelestarian budaya daerah. “Komitmen Gubernur Agustiar Sabran patut kita apresiasi. Pembangunan Huma Betang ini bukan hanya untuk memperindah tata kota, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Sigit, Kamis (23/7/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai keberadaan Huma Betang nantinya dapat menjadi ikon baru bagi Kalimantan Tengah sekaligus berfungsi sebagai pusat wisata budaya, ruang edukasi, dan sarana pembelajaran bagi generasi muda. Ia menjelaskan, Huma Betang memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat Dayak. Bangunan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan, toleransi, persatuan, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. “Seperti yang disampaikan Gubernur, Huma Betang nantinya diharapkan menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.

Sigit juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan Huma Betang tersebut. Menurutnya, pembangunan ini bukan hanya tentang menghadirkan sebuah bangunan fisik, tetapi merupakan investasi budaya agar warisan leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. “Budaya daerah merupakan bagian penting dari jati diri kita. Karena itu, seluruh pihak perlu mendukung program yang bertujuan menjaga dan memperkenalkan budaya Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(nis)