BeritaInternasional

Feri Gratis Jadi “Bus Sekolah Air” bagi Murid di Wilayah Pegunungan Yunnan

3
×

Feri Gratis Jadi “Bus Sekolah Air” bagi Murid di Wilayah Pegunungan Yunnan

Sebarkan artikel ini
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 30 Agustus 2026 ini menunjukkan sejumlah kapal feri mengangkut para murid menuju sekolah di Bo'ai, wilayah Funing, Prefektur Otonom Etnis Zhuang dan Miao Wenshan, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua/Wang Guansen)

FUNING, Tiongkok, 3 September (Xinhua), eNewskalteng.com — Bagi anak-anak di Bo’ai, wilayah Funing, Provinsi Yunnan, perjalanan menuju sekolah dahulu bukanlah perkara mudah. Kondisi geografis yang dikelilingi pegunungan dan dialiri banyak sungai membuat akses pendidikan menjadi tantangan tersendiri bagi murid yang tinggal di desa-desa sekitar.

Para murid dan orang tua menaiki kapal feri di Bo’ai, wilayah Funing, Prefektur Otonom Etnis Zhuang dan Miao Wenshan, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, pada 30 Agustus 2026. (Xinhua/Wang Guansen)

Untuk mencapai sekolah di Bo’ai, para murid sebelumnya harus menggunakan kendaraan melewati jalan pegunungan yang sulit atau menyeberangi sungai dengan perahu yang dikelola secara swasta. Kondisi tersebut mulai berubah sejak 2021. Pemerintah setempat kemudian bekerja sama menyediakan layanan feri sekolah tanpa biaya bagi para murid di kawasan tersebut.

Kini, sebanyak tujuh kapal yang dijuluki “bus sekolah air” beroperasi secara rutin di 12 titik penyeberangan di Bo’ai. Kapal-kapal tersebut mengantar dan menjemput para murid dengan jadwal yang disesuaikan dengan waktu sekolah.

Layanan tersebut memberikan akses transportasi yang lebih mudah bagi anak-anak yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis menantang. Saat ini, tercatat 329 murid memanfaatkan layanan feri gratis tersebut. Sejak mulai beroperasi pada 2021, “bus sekolah air” itu telah melayani lebih dari 147.000 perjalanan untuk mengangkut para murid menuju dan dari sekolah.

Bagi masyarakat di Bo’ai, keberadaan layanan feri gratis tersebut tidak hanya membantu mempersingkat dan mempermudah perjalanan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil.(red)