Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengapresiasi kegiatan sosialisasi kesiapsiagaan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya di SD Islam Darussalam. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran dan kesiapan siswa menghadapi situasi darurat sejak usia dini.
Arif menilai anak-anak merupakan kelompok yang rentan saat terjadi bencana. Karena itu, mereka perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai langkah penyelamatan diri, termasuk mengenali jalur evakuasi dan prosedur keselamatan melalui metode yang mudah dipahami. “Dengan adanya simulasi dan pengenalan jalur evakuasi, anak-anak akan lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Arif di Palangka Raya, Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, pendekatan edukasi yang dikemas secara ramah anak menjadi cara efektif untuk menanamkan kesadaran kebencanaan. Melalui pembelajaran yang interaktif dan praktik langsung, siswa dapat memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi berbagai potensi bencana. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak perlu dibekali pengetahuan dasar mengenai penyelamatan diri dan penggunaan jalur evakuasi sejak dini,” katanya.
Menurut Arif, pembentukan budaya sadar bencana harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pengetahuan dasar yang dapat membantu siswa melindungi diri saat terjadi keadaan darurat. Oleh karena itu, ia mendorong BPBD Kota Palangka Raya untuk memperluas program sosialisasi serupa ke sekolah-sekolah lainnya secara berkelanjutan. Dengan cakupan yang lebih luas, semakin banyak pelajar yang memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi risiko bencana.
Selain itu, Arif juga meminta pihak sekolah untuk mendukung upaya tersebut dengan memastikan tersedianya jalur evakuasi yang jelas, aman, dan mudah diakses oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, kesiapan sarana pendukung menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap bencana. “Kolaborasi antara BPBD dan sekolah perlu terus diperkuat agar budaya tanggap bencana dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan bagi para pelajar,” pungkasnya.(nis)












