PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,56 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga berbagai komoditas pangan, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi di wilayah tersebut.
Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, S.Si., M.M., mengatakan inflasi tahunan Mei 2026 tercermin dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 112,35 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 107,45.
“Pada Mei 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan sebesar 4,56 persen dengan IHK sebesar 112,35,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) periode Mei 2026 di Kantor BPS Kalteng, Palangka Raya, Selasa (02/06/2026).
Menurut Maria, inflasi tahunan dipicu kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 10,43 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,90 persen, transportasi 3,70 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,43 persen.
Sejumlah komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan, di antaranya beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, angkutan udara, cabai rawit, serta bahan bakar rumah tangga.
Selain itu, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Kalimantan Tengah pada Mei 2026 sebesar 0,34 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 2,15 persen.
Di sisi lain, beberapa komoditas turut menahan laju inflasi dengan memberikan andil deflasi, seperti bawang putih, sabun deterjen bubuk, bensin, cabai merah, kelapa, dan daging babi.
Data tersebut menunjukkan tekanan harga di Kalimantan Tengah masih dipengaruhi dinamika komoditas kebutuhan pokok, transportasi, dan energi, yang menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.(zen)












