Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Pelatihan Junior Office Operator merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara, khususnya dalam bidang pengelolaan administrasi perkantoran dan pemanfaatan teknologi informasi. Pernyataan tersebut ditegaskan Staf Ahli Bupati Kotim Rafiq Siswandi, seraya mengatakan, kemampuan mengelola data, administrasi, dan sistem informasi secara efektif dan efisien kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Aparatur pemerintah dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel. “Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi serta kapabilitas mereka supaya bisa menjadi aparatur pemerintah yang benar-benar kompeten, mampu bekerja secara maksimal, dan memiliki kinerja yang baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim. Selain itu adalah upaya membangun karakter ASN yang memiliki integritas, disiplin, serta dedikasi tinggi, untuk terus semangat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Rafiq menjelaskan, kegiatan pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga membangun karakter ASN yang berintegritas dan disiplin dalam menjalankan tugas. Ia juga menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. “Kerja sama ini sudah dituangkan dalam MoU dengan Kementerian dan ditindaklanjuti oleh Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Banjarmasin. Kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan, karena kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar mampu mencetak ASN yang memiliki kinerja baik, berintegritas tinggi, dan disiplin,” ungkapnya.
Untuk itu Rafiq berharap, para peserta mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional dalam menjalankan tugas sehari-hari, terutama dalam mendukung tertib administrasi dan transformasi digital di masing-masing perangkat daerah. “Melalui pelatihan ini, para peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam melaksanakan tugas sehari-hari, khususnya dalam mendukung tertib administrasi dan transformasi digital di lingkungan perangkat daerah masing-masing,” harapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan aktif dalam setiap sesi pembelajaran agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di tempat kerja. “Selain itu, saya juga mengharapkan agar hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas kinerja organisasi, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.
Pengembangan kompetensi aparatur tegas Rafiq, merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Aparatur yang kompeten, profesional, dan berintegritas akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean government). (man)












