Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pasca Idulfitri, sejumlah kota di Indonesia, termasuk Palangka Raya, berpotensi mengalami peningkatan jumlah penduduk akibat arus urbanisasi. Fenomena ini dinilai wajar, namun tetap perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan persoalan sosial.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, H.M. Khemal Nasery, menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi peningkatan mobilitas penduduk tersebut. “Fenomena ini wajar terjadi, namun harus diantisipasi dengan baik agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial,” ujarnya saat dikonfirmasi media, Rabu (1/4/2026).
Menurut Khemal, urbanisasi pasca Lebaran umumnya dipicu oleh keinginan masyarakat untuk mencari pekerjaan serta memperbaiki taraf hidup di kawasan perkotaan. “Keinginan untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup menjadi faktor utama perpindahan penduduk ke kota,” jelasnya. Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur, layanan publik, serta ketersediaan lapangan kerja menjadi hal penting yang harus diperhatikan pemerintah daerah guna mengantisipasi dampak urbanisasi.
Selain itu, pemerintah juga diminta melakukan pendataan terhadap pendatang baru serta memperkuat pengawasan mobilitas penduduk demi menjaga stabilitas sosial. Khemal menambahkan, kerja sama lintas sektor sangat diperlukan agar fenomena urbanisasi tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan daerah. “Jika dikelola dengan baik, urbanisasi justru bisa menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan daerah,” pungkasnya.(nis)












