BeritaPemkab Kotawaringin TimurPendidikan

SMPN 1 Sampit Ditetapkan Sebagai Sekolah Pembelajaran Mendalam dan Coding–AI di Kalteng

7
×

SMPN 1 Sampit Ditetapkan Sebagai Sekolah Pembelajaran Mendalam dan Coding–AI di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, photo bersama usai peluncuran sekolah model pembelajaran mendalam dan KKA, Sabtu (11/4/2026). (Photo-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Bidang Pembinaan SMP dan fasilitator Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan SMP Negeri 1 Sampit sebagai sekolah model Pembelajaran Mendalam (PM), serta Pengembangan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di Kalimantan Tengah,  Sabtu (11/4/2026).

Kepala SMPN 1 Sampit – Suyoso menjelaskan, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) adalah inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengintegrasikan pemrograman dan AI ke dalam kurikulum pendidikan nasional sebagai mata pelajaran pilihan. ”Program ini bertujuan membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, sistematis, dan etis pada siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK. “Sebagai bagian dari komitmen menjadi sekolah model, SMPN 1 Sampit juga mengembangkan program budaya sekolah aman dan nyaman (BSAN), dengan membentuk komunitas belajar orang tua, komunitas guru KKA dan komunitas guru PM,” ungkap Suyoso.

Penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong inovasi pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan teknologi sejak dini. “Melalui koordinasi dengan bidang pembinaan SMP akhirnya Kotim berkesempatan memiliki sekolah model. Alhamdulillah SMPN 1 Sampit bersama dua sekolah lainnya yaitu TK Bina Bangsa dan SD Cita Bunda telah dianalisis bersama fasilitator provinsi dan ditetapkan sebagai sekolah model,” ujarnya. Di setiap kelas juga ada ketua komunitas belajar orang tua yang berperan sebagai kolaborator dalam pelaksanaan program pembelajaran.

Salah satu wali murid – Wagiman menyatakan, pengenalan pembelajaran mendalam serta coding bagi peserta didik, ke depan dampaknya sangat bagus. Terutama bagi sisw-siswi yang memang hobinya belajar menggunakan teknologi seperti HP, komputer dan lainnya sehingga mereka akan lebih kreatif. “Saya bangga SMPN 1 Sampit terpilih menjadi sekolah model. Sebagai wali murid juga merasa senang karena bisa berpartisipasi langsung dalam kegiatan ini seraya  menilai pembelajaran mendalam akan membuat siswa lebih aktif menghasilkan karya dalam proses belajar,” tutupnya.(man)