BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Barat

Bunda Paud Kotim Tegaskan Intervensi Sejak Usia Dini Kunci Mencegah Stunting

74
×

Bunda Paud Kotim Tegaskan Intervensi Sejak Usia Dini Kunci Mencegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Bunda Paud Kotawaringin Timur, Khairiah Halikinnor saat diwawancarai usai membuka workshop pemberian makanan tambahan (PMT) untuk mencegah stunting pada satuan paud, (Senin, 17/11/2025). (Foto-Normansyah).

Kotawaringin Timur,eNewskalteng.com – Bunda PAUD Kotawaringin Timur,  Khairiah Halikinnor, menyatakan bahwa kondisi stunting di Kotim masih cukup tinggi dan memerlukan percepatan penanganan. Untuk itu upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur terus didorong melalui berbagai langkah kolaboratif, terutama dengan memperkuat peran satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan anak dan orang tua.

“Kita ketahui bersama, stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur ini masih tinggi, yakni 21,5 persen. Sementara harapan nasional adalah turun ke angka 14 persen. Mudah-mudahan dengan berbagai upaya yang kita lakukan, kita dapat menekan dan menurunkan angka stunting di Kotim,” ujarnya, Senin 17 November 2025.

Khairiah menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, kemampuan belajar, hingga masa depan generasi mendatang. Karena itu, intervensi sejak usia dini menjadi kunci agar risiko stunting dapat dicegah secara menyeluruh.

Ia menjelaskan bahwa satuan PAUD memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan anak dan orang tua. Melalui program PMT yang tepat gizi, edukasi pola makan sehat, dan kolaborasi dengan puskesmas maupun tenaga kesehatan lainnya, langkah penurunan stunting bisa semakin efektif.

“Satuan PAUD memegang peran penting sebagai garda terdepan. Dengan PMT yang tepat gizi, edukasi pola makan sehat, serta kolaborasi dengan puskesmas dan tim kesehatan lainnya, kita bisa bersama-sama menurunkan angka stunting di Kotawaringin Timur,” tegasnya.

Khairiah kemudian mengajak seluruh Bunda PAUD kecamatan, kepala satuan PAUD, serta para pendidik untuk mengambil langkah konkret melalui empat fokus utama, yaitu:

  1. Menguatkan edukasi gizi kepada orang tua, terutama terkait makanan bergizi seimbang yang harus dipenuhi anak setiap hari.
  2. Mengoptimalkan program PMT di PAUD, dengan penyediaan menu sehat, bergizi, dan mudah diakses oleh masyarakat.
  3. Membangun kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, PKK, pemerintah desa, hingga pihak swasta agar pencegahan stunting berjalan lebih efektif.
  4. Menguatkan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini, sehingga setiap anak yang membutuhkan intervensi dapat segera ditangani.

Ia percaya bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Kotim dapat menjadi daerah yang ramah anak dan terbebas dari stunting di masa mendatang.

“Saya yakin dengan semangat gotong royong dan kepedulian kita bersama, Kotawaringin Timur dapat menjadi daerah yang ramah anak dan bebas stunting. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, dan selamat kepada para Bunda PAUD kecamatan yang baru dikukuhkan. Semoga amanah ini dijalankan dengan tulus dan penuh dedikasi,” pungkasnya.(man)