Kuala Kapuas, eNewskalteng.com — Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pertanian menggelar rapat pembahasan verifikasi dan data spasial lokasi barang tersedia untuk program Cetak Sawah Tahun 2024, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memastikan ketepatan lokasi serta kesesuaian data lapangan dalam pelaksanaan program yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari Dinas Pertanian, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas PMPTSP, Dinas Sosial, BAPPERIDA, Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Kapuas, serta jajaran teknis terkait. Pembahasan difokuskan pada validasi koordinat spasial, status lahan, dan kesesuaian rencana lokasi cetak sawah dengan kondisi aktual di lapangan.
Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I. Sangkai, yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan bahwa validitas data sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program cetak sawah. “Data spasial dan hasil verifikasi lapangan harus benar-benar akurat agar barang tersedia dapat dimanfaatkan tepat sasaran serta mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Hasil rapat menyepakati perlunya penyesuaian data spasial berdasarkan temuan lapangan, termasuk pembaruan peta lokasi cetak sawah yang akan menjadi acuan pelaksanaan kegiatan tahun 2025. Tim juga akan menindaklanjuti hasil verifikasi dengan laporan resmi disertai dokumentasi dan titik koordinat lokasi.
Selain itu, tim teknis memaparkan hasil survei lapangan dan data spasial berbasis GIS (Geographic Information System) yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan luasan dan titik koordinat pasti lokasi cetak sawah tahun 2024.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak terkait dapat bekerja terpadu dalam memastikan pelaksanaan program Cetak Sawah Tahun 2025 berjalan efektif, efisien, dan sesuai target pembangunan pertanian daerah.
Pembahasan verifikasi ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mendukung ketahanan pangan serta penguatan sektor pertanian berbasis data dan teknologi spasial terintegrasi.(ali)












