BeritaEksekutifPemkab Barito Utara

Bupati H Shalahuddin: FTBI Wujud Nyata Pelestarian Bahasa Daerah di Era Digital

78
×

Bupati H Shalahuddin: FTBI Wujud Nyata Pelestarian Bahasa Daerah di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Sekda Barito Utara Drs Muhlis mewakili Bupati Barito Utara membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten Barito Utara tahun 2025.(Photo/diskominfo)

Muara Teweh, eNewskalteng.com — Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pendidikan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2025, yang dibuka secara resmi oleh Bupati H Shalahuddin melalui Sekda Barito Utara, Drs. Muhlis, pada Sabtu (18/10/2025) di Café Kopi Itah, Muara Teweh.

Dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Muhlis, Bupati Shalahuddin menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai identitas budaya lokal yang harus dijaga di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi. “Hampir di setiap kecamatan dan desa di Barito Utara memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Namun, perkembangan zaman membuat bahasa-bahasa ini mulai ditinggalkan,” kata Bupati. Ia menambahkan keprihatinannya terhadap generasi muda yang mulai melupakan bahasa ibu akibat modernisasi dan digitalisasi.

Bupati menegaskan, FTBI bukan sekadar lomba, tetapi langkah nyata menjaga warisan budaya dan sastra Barito Utara. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi-misi Pemkab Barito Utara dalam memperkuat lembaga adat serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, seni, dan budaya.

Shalahuddin memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan yang berhasil membawa Pemkab Barito Utara meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dedikasinya dalam pelestarian bahasa daerah selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023 dan 2024.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Barito Utara, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Ketua dan pengurus organisasi wanita, kepala OPD, camat, ketua PGRI, MKKS, kepala sekolah se-Kabupaten, dewan juri, insan media, dan tamu undangan lainnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat cinta tanah air melalui penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.(kaer)

Penulis : Karina

Editor : Andi Kadarusman